PILIHAN
Masyarakat Serbu LPG Murah Disamping RSUD Puri Husada Tembilahan
Tembilahan, Riauin.com - Ratusan masyarakat penuhi badan Jalan bunga, tepatnya disamping RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mengantri membeli Gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) yang tergolong murah, Senin, (28/8/2018).
Sekitar 560 Gas LPG yang disediakan oleh pihak penyedia PT. Adi Putra Indragiri Hilir, dengan berat 3 Kg untuk dijual kepada masyarakat Tembilahan Hilir seharga Rp.18.000.
Dimana sebelum harga pasaran diwarung-warung diketahui harga Gas LPG inj bervariasi dari harga Rp25.000 sampai dengan Rp22.000.
Saat dimintai keterangan kepada salah seorang pembeli yang sedang mengantri, ia mengatakan bahwa kekosongan Gas LPG di Tembilahan khususnya​ tempat ia berdomisili, sudah beberapa hari yang lalu.
"Sudah beberapa hari kosong, ini baru datang jadi kita rela mengantri mulai jam delapan pagi untuk dapat Gas," ucapnya.
Sementara itu, salah satu petugas penyedia Gas LPG yang dijual tersebut saat ingin dikonfirmasi menolak untuk berbicara dan tidak mau memberikan keterangan.
"Abang ni ngapa juga nanya-nanya, tak payahlah," jawabnya sambil merengut.
Kendati demikian, melihat ada petugas yang lain ada di sekitar kembali dilakukan konfirmasi akan tetapi pihaknya kembali tidak mau memberikan keterangan.
Saat dilakukan pembongkaran Gas LPG tersebut, terlihat badan Jalan Bunga Tembilahan sedikit terganggu oleh pengguna karena banyaknya warga mengantri. (sfc)
Sekitar 560 Gas LPG yang disediakan oleh pihak penyedia PT. Adi Putra Indragiri Hilir, dengan berat 3 Kg untuk dijual kepada masyarakat Tembilahan Hilir seharga Rp.18.000.
Dimana sebelum harga pasaran diwarung-warung diketahui harga Gas LPG inj bervariasi dari harga Rp25.000 sampai dengan Rp22.000.
Saat dimintai keterangan kepada salah seorang pembeli yang sedang mengantri, ia mengatakan bahwa kekosongan Gas LPG di Tembilahan khususnya​ tempat ia berdomisili, sudah beberapa hari yang lalu.
"Sudah beberapa hari kosong, ini baru datang jadi kita rela mengantri mulai jam delapan pagi untuk dapat Gas," ucapnya.
Sementara itu, salah satu petugas penyedia Gas LPG yang dijual tersebut saat ingin dikonfirmasi menolak untuk berbicara dan tidak mau memberikan keterangan.
"Abang ni ngapa juga nanya-nanya, tak payahlah," jawabnya sambil merengut.
Kendati demikian, melihat ada petugas yang lain ada di sekitar kembali dilakukan konfirmasi akan tetapi pihaknya kembali tidak mau memberikan keterangan.
Saat dilakukan pembongkaran Gas LPG tersebut, terlihat badan Jalan Bunga Tembilahan sedikit terganggu oleh pengguna karena banyaknya warga mengantri. (sfc)
Berita Lainnya
Pencari Siput di Inhil Tewas Diterkam Buaya, Jasad Korban Ditemukan Utuh
Permukiman Padat di Concong Inhil Terbakar, Api Hanguskan Puluhan Bangunan Kayu
Warga Desa Limau Inhil Digegerkan dengan Kemunculan Buaya di Lingkungan Perumahan
Seorang Nenek di Inhil Diterkam Buaya Saat Mencuci di Sungai, Beruntung Berhasil Diselamatkan Suami
Banjir Kembali Genangi Inhil, Jumlah Korban Terdampak Belum Diketahui
Diduga Akibat Korsleting Arus Pendek, Ruang Kabag Kesra Pemkab Inhil Hangus Terbakar
Pencari Siput di Inhil Tewas Diterkam Buaya, Jasad Korban Ditemukan Utuh
Permukiman Padat di Concong Inhil Terbakar, Api Hanguskan Puluhan Bangunan Kayu
Warga Desa Limau Inhil Digegerkan dengan Kemunculan Buaya di Lingkungan Perumahan
Seorang Nenek di Inhil Diterkam Buaya Saat Mencuci di Sungai, Beruntung Berhasil Diselamatkan Suami
Banjir Kembali Genangi Inhil, Jumlah Korban Terdampak Belum Diketahui
Diduga Akibat Korsleting Arus Pendek, Ruang Kabag Kesra Pemkab Inhil Hangus Terbakar