PILIHAN
Sandera ‘Loyalitas’ dan Komodifikasi Jabatan di Kuansing
10 Oktober 2026
Bupati Berjiwa Tinta
07 Oktober 2026
Masyarakat Serbu LPG Murah Disamping RSUD Puri Husada Tembilahan
Tembilahan, Riauin.com - Ratusan masyarakat penuhi badan Jalan bunga, tepatnya disamping RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mengantri membeli Gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) yang tergolong murah, Senin, (28/8/2018).
Sekitar 560 Gas LPG yang disediakan oleh pihak penyedia PT. Adi Putra Indragiri Hilir, dengan berat 3 Kg untuk dijual kepada masyarakat Tembilahan Hilir seharga Rp.18.000.
Dimana sebelum harga pasaran diwarung-warung diketahui harga Gas LPG inj bervariasi dari harga Rp25.000 sampai dengan Rp22.000.
Saat dimintai keterangan kepada salah seorang pembeli yang sedang mengantri, ia mengatakan bahwa kekosongan Gas LPG di Tembilahan khususnya​ tempat ia berdomisili, sudah beberapa hari yang lalu.
"Sudah beberapa hari kosong, ini baru datang jadi kita rela mengantri mulai jam delapan pagi untuk dapat Gas," ucapnya.
Sementara itu, salah satu petugas penyedia Gas LPG yang dijual tersebut saat ingin dikonfirmasi menolak untuk berbicara dan tidak mau memberikan keterangan.
"Abang ni ngapa juga nanya-nanya, tak payahlah," jawabnya sambil merengut.
Kendati demikian, melihat ada petugas yang lain ada di sekitar kembali dilakukan konfirmasi akan tetapi pihaknya kembali tidak mau memberikan keterangan.
Saat dilakukan pembongkaran Gas LPG tersebut, terlihat badan Jalan Bunga Tembilahan sedikit terganggu oleh pengguna karena banyaknya warga mengantri. (sfc)
Sekitar 560 Gas LPG yang disediakan oleh pihak penyedia PT. Adi Putra Indragiri Hilir, dengan berat 3 Kg untuk dijual kepada masyarakat Tembilahan Hilir seharga Rp.18.000.
Dimana sebelum harga pasaran diwarung-warung diketahui harga Gas LPG inj bervariasi dari harga Rp25.000 sampai dengan Rp22.000.
Saat dimintai keterangan kepada salah seorang pembeli yang sedang mengantri, ia mengatakan bahwa kekosongan Gas LPG di Tembilahan khususnya​ tempat ia berdomisili, sudah beberapa hari yang lalu.
"Sudah beberapa hari kosong, ini baru datang jadi kita rela mengantri mulai jam delapan pagi untuk dapat Gas," ucapnya.
Sementara itu, salah satu petugas penyedia Gas LPG yang dijual tersebut saat ingin dikonfirmasi menolak untuk berbicara dan tidak mau memberikan keterangan.
"Abang ni ngapa juga nanya-nanya, tak payahlah," jawabnya sambil merengut.
Kendati demikian, melihat ada petugas yang lain ada di sekitar kembali dilakukan konfirmasi akan tetapi pihaknya kembali tidak mau memberikan keterangan.
Saat dilakukan pembongkaran Gas LPG tersebut, terlihat badan Jalan Bunga Tembilahan sedikit terganggu oleh pengguna karena banyaknya warga mengantri. (sfc)
Berita Lainnya
Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Mati di Mangrove Indragiri Hilir
Diskes Inhil Distribusikan 19 Ribu Masker untuk Tekan Kasus ISPA Akibat Karhutla
Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap
Dua Pekan Teror Hewan Liar di Inhil Berakhir, Tim Gabungan Evakuasi Satu Ekor Monyet Besar
Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara
Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Korban, BKSDA Riau Turun Tangan
Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Mati di Mangrove Indragiri Hilir
Diskes Inhil Distribusikan 19 Ribu Masker untuk Tekan Kasus ISPA Akibat Karhutla
Sempat Teror Warga Desa Undan Inhil, Buaya Muara Tiga Meter Berhasil Ditangkap
Dua Pekan Teror Hewan Liar di Inhil Berakhir, Tim Gabungan Evakuasi Satu Ekor Monyet Besar
Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara
Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Korban, BKSDA Riau Turun Tangan