PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Terlepas Masyarakat Senang Tidak Senang, Dewan Sebut Taksi Online Harus Berhenti Beroperasi
PEKANBARU, Riauin.com - Keberadaan taksi online di Kota Pekanbaru terus menuai polemik. Bahkan sampai terjadi aksi bentrok dan berujung kepada aksi demo yang dilakukan oleh ratusan pengemudi taksi konvensional yang merasa dirugikan sejak keberadaan taksi online di kota bertuah ini.
Menanggapi persoalan ini, Roni Amriel, Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru meminta seluruh kegiatan usaha yang tidak memiliki izin untuk berhenti beroperasi termasuk taksi online.
"Walaupun terjadi gesekan gesekan dilapangan, ini harus dijadikan pelajaran supaya pemerintah mengambil sikap tegas, dan kita juga sudah katakan, setiap kegiatan usaha yang beroperasi di Kota Pekanbaru harus memiliki izin, terlepas masyarakat senang tidak senang," ungkap Roni Amriel usai menerima perwakilan pengemudi taksi konvensional saat melakukan aski demo, Senin (21/8/2017)
Diakui Roni lagi, keberadaan taksi online di Kota Pekanbaru sebagaian besar disenangi masyarakat dengan segala kemudahan yang ditawarkan, namun disamping itu, Roni juga mewanti- wanti dampak negatif dibalik keberadaan taksi onlien tersebut.
"Memang sebagian masyarakat mendukung transportasi online ini, dimana memberi banyak kemudahan, tapi dibalik itu ada kemodaratan yang harus kita pikirkan sama-sama, makanya kita minta seluruh kegiatan usaha yang tidak memiliki izin di Pekanbaru untuk berhenti, bukan berhenti karena komisi IV tetapi karena hukum, dan urus semua regulasi yang disyaratkan untuk kegiatan usaha," jelasnya.
Bahkan menurut Politisi Golkar ini lagi, jika keberadaan taksi online sudah dilegalkan alias sudah diperbolehkan beroperasi oleh pemerintah pusat, kebijakan tersebut tidak serta merta akan diterapkan di daerah.
"Jika diperbolehkan beroperasi boleh saja, ngak apa-apa itu keputusan menterinya, kebijakan kita ada di daerah, ada yang namanya otonomi daerah kita yang lebih tau dari pemerintah pusat, untuk itu dari pertemuan hari ini, kita sudah himbaukan agar instansi terkait membentuk tim untuk mencegah gesekan-gesekan dilapangan, dan kita juga minta kawan-kawan pengemudi taksi konvensional menahan diri dan beroperasi seperti biasa," pungkasnya.(hrc)
Menanggapi persoalan ini, Roni Amriel, Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru meminta seluruh kegiatan usaha yang tidak memiliki izin untuk berhenti beroperasi termasuk taksi online.
"Walaupun terjadi gesekan gesekan dilapangan, ini harus dijadikan pelajaran supaya pemerintah mengambil sikap tegas, dan kita juga sudah katakan, setiap kegiatan usaha yang beroperasi di Kota Pekanbaru harus memiliki izin, terlepas masyarakat senang tidak senang," ungkap Roni Amriel usai menerima perwakilan pengemudi taksi konvensional saat melakukan aski demo, Senin (21/8/2017)
Diakui Roni lagi, keberadaan taksi online di Kota Pekanbaru sebagaian besar disenangi masyarakat dengan segala kemudahan yang ditawarkan, namun disamping itu, Roni juga mewanti- wanti dampak negatif dibalik keberadaan taksi onlien tersebut.
"Memang sebagian masyarakat mendukung transportasi online ini, dimana memberi banyak kemudahan, tapi dibalik itu ada kemodaratan yang harus kita pikirkan sama-sama, makanya kita minta seluruh kegiatan usaha yang tidak memiliki izin di Pekanbaru untuk berhenti, bukan berhenti karena komisi IV tetapi karena hukum, dan urus semua regulasi yang disyaratkan untuk kegiatan usaha," jelasnya.
Bahkan menurut Politisi Golkar ini lagi, jika keberadaan taksi online sudah dilegalkan alias sudah diperbolehkan beroperasi oleh pemerintah pusat, kebijakan tersebut tidak serta merta akan diterapkan di daerah.
"Jika diperbolehkan beroperasi boleh saja, ngak apa-apa itu keputusan menterinya, kebijakan kita ada di daerah, ada yang namanya otonomi daerah kita yang lebih tau dari pemerintah pusat, untuk itu dari pertemuan hari ini, kita sudah himbaukan agar instansi terkait membentuk tim untuk mencegah gesekan-gesekan dilapangan, dan kita juga minta kawan-kawan pengemudi taksi konvensional menahan diri dan beroperasi seperti biasa," pungkasnya.(hrc)
Berita Lainnya
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
Tekan Inflasi Akhir Tahun, DKP Pekanbaru Salurkan Ribuan Bibit Cabai ke Dasawisma
Hadapi Era AI dan Digitalisasi, Wawako Pekanbaru Ingatkan Mahasiswa IPTAR Bangun Karakter dan Kompetensi
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
Tekan Inflasi Akhir Tahun, DKP Pekanbaru Salurkan Ribuan Bibit Cabai ke Dasawisma
Hadapi Era AI dan Digitalisasi, Wawako Pekanbaru Ingatkan Mahasiswa IPTAR Bangun Karakter dan Kompetensi