Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
Cegah Calon Berijazah Palsu, KPU Kampar akan Cek Hingga ke Sekolah
RIAUIN.COM- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kampar menegaskan, akan melakukan skrining yang ketat pada ijazah calon bupati dan wakil bupati. Hal ini dilakukan agar tak ada calon yang sampai lolos maju dengan menggunakan ijazah palsu.
Menurut Komisioner KPU Bidang Teknis, Ahmad Dahlan, pihaknya akan menelusuri keaslian ijazah calon pada pilkada nanti hingga ke sekolah yang bersangkutan.
"Akan kita cek ke sekolah masing-masing calon. Benar tidak dia bersekolah di situ, kita cek data base-nya dan bukti dokumen lainnya," ujar Ahmad Dahlan kepada riauin.com, Senin (29/11/2022).
Menurut Dahlan, KPU Kampar sudah memiliki divisi untuk melakukan tugas teknis tersebut. Katanya, semua ijazah calon bupati dan wakil bupati akan dicek satu per satu. "Ada atau tidak pengaduan tetap akan kita cek satu per satu ke sekolahnya masing-masing. Sebab calon bupati dan wakilnya hanya beberapa orang saja," tuturnya.
Sementara untuk calon legislatif KPU, sebut dia, hanya akan melakukan cek ke sekolah calon bila ada pengaduan soal dugaan ketidakabsahan ijazah calon yang digunakannya mendaftar di KPU.
"Kalau ijazah calon legislatif akan kita telisik sampai ke sekolah bila ada pengaduan dari masyarakat saja, yang meragukan ijazah seorang caleg. Sebab kan caleg ini banyak, kalau kita cek semua tak cukup personil dan waktu," terang Dahlan.
Untuk itu, Dahlan meminta masukan masyarakat bila memiliki informasi mengenai ijazah para bakal caleg. Masukan informasi dari masyarakat ini, kata Dahlan sangat membantu KPU dalam hal memastikan keaslian ijazah para calon legislatif pada pemilu 2024 mendatang.
Dahlan juga meminta partai politik benar-benar selektif dalam merekrut calon legislatif dan calon bupati maupun calon wakil bupati. Baik selektif melakukan skrining ijazah dan dokumen administrasi lainnya, termasuk harus selektif dalam hal memverifikasi rekam jejak, etika moral para calon.
"Kita harapan teman-teman di parpol juga melakukan skrining baik itu, ijazah, dokumen administrasi lainnya. Termasuk selektif dalam menjaring calon yang baik secara etika dan moral," harap Dahlan. -naz
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK