Kuota Zonasi Penuh, Puluhan Wali Murid Demo SMA 12 Pekanbaru
RIAUIN.COM - Puluhan wali murid dan calon siswa melakukan unjuk rasa di depan SMA 12 Pekanbaru di Jalan Ketitiran, Kecamatan Bina Widya. Aksi itu dilakukan karena anak mereka gagal masuk sekolah walaupun telah diterapkan sistem zonasi.
Pantauan di lokasi, sejak pukul 09.00 WIB para orangtua telah membentangkan spanduk yang menyatakan anak mereka merupakan korban Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023.
Mereka mempertanyakan sebab anaknya tidak dapat diterima di sekolah tersebut walaupun rumah mereka tak jauh dari sana.
"Kami hanya inginkan satu, anak Kelurahan Air Putih di terima di SMA 12 Pekanbaru. Kami ingin diterima," teriak salah satu orang tua.
- Peneliti PFR Bima Kemsaindikti Gelar Diseminasi Penelitian Peran Masyarakat dan Crowdfunding Jurnalistik di Kampus UPBI
- Gelar Diseminasi Hasil Penelitian tentang Crowdfunding Jurnalistik, Solusi Inovatif Tingkatkan Kompetensi Wartawan
- Kelola Limbah Sawit, Mahasiswa KKN UMRI Gelar Pelatihan Pembuatan Briket di Desa Lubuk Garam Bengkalis
Pihak sekolah mengaku sejumlah siswa tak dapat lagi diterima dikarenakan zonasi telah penuh. Namun, orangtua menduga masih banyak siswa dari luar zonasi yang diterima.
Selain itu, adapula dugaan adanya Pungutan Liar (Pungli) yang dikenakan agar siswa dapat diterima di SMA 12 Pekanbaru. Berdasarkan bukti chat yang beredar, ada oknum guru yang menetapkan uang Rp10 juta untuk dapat duduk di bangku sekolah tersebut.
Kepala sekolah Ermita saat menjumpai orangtua murid menyampaikan bahwa anak-anak yang tak diterima, tak bisa lagi masuk ke sekolah yang dipimpinnya.
Ia menyebutkan pihak Dinas Pendidikan akan membantu dan memfasilitasi apabila anak-anak tersebut apabila akan masuk ke sekolah swasta.
"Sekolah tak mungkin bisa menerima seluruh siswa yang telah mengajukan. Sisa yang sekarang ini saya mohon dapat diarahkan ke sekolah lain karena pembelajaran sudah dimulai 2 bulan. Jangan sampai anak jadi korban atas tuntutan ortu," tutupnya.
Namun Ermita menolak menjawab atas dugaan Pungli untuk masuk ke sekolah tersebut. Ia mengabaikan rentetan pertanyaan yang dilontarkan kepadanya dan kembali menuju ke ruangannya.-dnr
Berita Lainnya
Pakar UPER Soroti Komunikasi di Tengah Gempa NTT, Apa yang Perlu Diperkuat
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control
Telkomsel Liga Sang Juara Hadir di Sijunjung, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Digital Pendidikan
Dukung Hilirisasi Energi, Universitas Pertamina Perkuat Riset dan Inovasi
TEDxMAN Two Pekanbaru Youth 2026 Meriah, Tribun Penuh Penonton
Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Hijaukan Desa Segati Lewat Gerakan Satu Bibit Sejuta Manfaat
Pakar UPER Soroti Komunikasi di Tengah Gempa NTT, Apa yang Perlu Diperkuat
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control
Telkomsel Liga Sang Juara Hadir di Sijunjung, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Digital Pendidikan
Dukung Hilirisasi Energi, Universitas Pertamina Perkuat Riset dan Inovasi
TEDxMAN Two Pekanbaru Youth 2026 Meriah, Tribun Penuh Penonton
Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Hijaukan Desa Segati Lewat Gerakan Satu Bibit Sejuta Manfaat