PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Karhutla Riau Mulai Halangi Jarak Pandang
PEKANBARU, Riauin.com - Akibat kebakaran lahan dan hutan yang terjadi akhir-akhir ini mulai sebabkan pencemaran udara di Riau. Bahkan jarak pandang mulai terganggu.
Untuk hari ini saja, Senin (7/8/17), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya 12 titik panas (hot spot) di Provinsi Riau. Kebakaran lahan dan hutan di Riau merupakan yang terparah dengan jumlah titik panas terbanyak dibandingkan dengan provinsi lainnya di Sumatera.
Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua, titik panas di Riau tersebar di empat kabupaten dan kota. Titik panas terbanyak berada di Kabupaten Rohil dengan jumlah tujuh.
"Titik api lainnya tersebar di Kabupaten Bengkalis dan Kampar, masing-masing dua titik dan Pelalawan satu titik," papar staf BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi, Senin (7/8/17).
Ia melanjutkan, kebakaran hutan lahan di Riau juga berdampak pada jarak pandang atau visibilitas. Meski titik panas terbanyak ada di Rohil, jarak pandang di Kabupaten Inhu justru yang terparah. Jarak pandang akibat kabut asap di kabupaten tersebut menurun hingga hanya 1 kilometer.
"Jarak pandang di Inhu menurun karena tertutup kabut, visibilitasnya menurun menjadi 1 kilometer," tukasnya.
Selain di Riau, kebakaran hutan dan lahan juga tersebar di lima provinsi lain di Sumatera. Posisi kedua kebakaran hutan dan lahan terparah adalah Sumatera Selatan (Sumsel) dengan jumlah delapan titik api.
"Hot spot lainnya tersebar di Provinsi Sumatera Utara empat titik, Bangka Belitung tiga titik, Jambi dua titik, dan Lampung satu titik,†sebutnya.(src)
Untuk hari ini saja, Senin (7/8/17), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya 12 titik panas (hot spot) di Provinsi Riau. Kebakaran lahan dan hutan di Riau merupakan yang terparah dengan jumlah titik panas terbanyak dibandingkan dengan provinsi lainnya di Sumatera.
Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua, titik panas di Riau tersebar di empat kabupaten dan kota. Titik panas terbanyak berada di Kabupaten Rohil dengan jumlah tujuh.
"Titik api lainnya tersebar di Kabupaten Bengkalis dan Kampar, masing-masing dua titik dan Pelalawan satu titik," papar staf BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi, Senin (7/8/17).
Ia melanjutkan, kebakaran hutan lahan di Riau juga berdampak pada jarak pandang atau visibilitas. Meski titik panas terbanyak ada di Rohil, jarak pandang di Kabupaten Inhu justru yang terparah. Jarak pandang akibat kabut asap di kabupaten tersebut menurun hingga hanya 1 kilometer.
"Jarak pandang di Inhu menurun karena tertutup kabut, visibilitasnya menurun menjadi 1 kilometer," tukasnya.
Selain di Riau, kebakaran hutan dan lahan juga tersebar di lima provinsi lain di Sumatera. Posisi kedua kebakaran hutan dan lahan terparah adalah Sumatera Selatan (Sumsel) dengan jumlah delapan titik api.
"Hot spot lainnya tersebar di Provinsi Sumatera Utara empat titik, Bangka Belitung tiga titik, Jambi dua titik, dan Lampung satu titik,†sebutnya.(src)
Berita Lainnya
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
Tekan Inflasi Akhir Tahun, DKP Pekanbaru Salurkan Ribuan Bibit Cabai ke Dasawisma
Hadapi Era AI dan Digitalisasi, Wawako Pekanbaru Ingatkan Mahasiswa IPTAR Bangun Karakter dan Kompetensi
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
Tekan Inflasi Akhir Tahun, DKP Pekanbaru Salurkan Ribuan Bibit Cabai ke Dasawisma
Hadapi Era AI dan Digitalisasi, Wawako Pekanbaru Ingatkan Mahasiswa IPTAR Bangun Karakter dan Kompetensi