• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Disegel, Ribuan Petani Terimpit Disrupsi
06 Oktober 2026
Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
05 Oktober 2026
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Sebanyak 21 Anggota DPRD Kuansing Sempat Jadi Temuan NHP BPK Senilai Rp163 Juta, Polisi Dalami Bukti Lain
23 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026

  • Home
  • Hukrim

Kasus Dugaan Surat Nikah Palsu Kembali Dibuka, Pengacara: SP3 Bukan Dilakukan Mabes Polri

Redaksi

Rabu, 09 Maret 2022 16:41:47 WIB
Cetak
Pengacara Daud Pasaribu dan rekan memperlihatkan sebuah suratfoto:dnr

RIAUIN.COM - Kasus dugaan pemalsuan surat keterangan pemberkatan nikah antara Ray Firman Tampubolon dan Relli Sopoan Br Siahaan yang dikeluarkan HKBP Simpang Dolok Ressort Labuhan Ruku Sumatera Utara (Sumut) pada 14 Maret 2014 lalu kembali dibuka oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pemalsuan surat nikah yang dilaporkan Rosemary Hasibuan itu sudah dihentikan atau SP3 (Surat Penghentian Penyidikan Perkara) oleh penyidik Mabes Polri tahun 2018. 

Untuk meluruskan hal itu, Daud Pasaribu, penasehat hukum (PH) dari Rayanto Tampubolon yang merupakan anak dari Ray Firman Tampubolon memberikan klarifikasi terkait dibukanya kembali kasus tersebut.

Dikatakan Daud, kasus yang dilaporkan kepada Polda Sumatera Utara (Poldasu) itu pelapornya adalah Rosemary Hasibuan, sehingga Locus Delicty surat yang dibuat di Gereja Simpang Dolok tersebut masuk dalam wilayah hukum Poldasu. Sedangkan laporan Rayyanto Tampubolon di ajukan di wilayah hukum Polresta Pekanbaru.

BACA JUGA
  • Kesal Diserempet, Pria Mabuk Miras di Pekanbaru Pukul Kaca Mobil dengan Pisau
  • Penyeludup Sabu 1 Kg di Bengkalis Ditangkap, Rencana Mau Dibawa ke Padang
  • Jalani Tes Urine, 5 Pelaku Maling Buah Sawit di Rengat Barat Positif Narkoba

"Kalau laporan Pak Ray, klien kita, itu disini, di Pekanbaru. Menggunakan surat palsunya Locus Delictynya di wilayah hukum Polresta Pekanbaru. Jadi itu hal yang berbeda, yang disini (Sumut, red) membuat surat palsu, disini menggunakan, tidak bisa dicampur aduk, LPnya beda, Locusnya beda, pelapornya beda," sebut Daud, Rabu (9/3/2022) siang.

Dibeberkan Daud, pihaknya melihat bahwa penghentian perkara atau SP3 bukan dilakukan oleh Mabes Polri, namun dilakukan oleh Polda Sumatera Utara. Ia menyebut, surat dengan nomor B/352/III/2018/Ditreskrimum tertanggal 29 Maret 2018 itu dikeluarkan oleh Ditreskrimum Polda Sumut.

"Disini jelas, Direskrimum Poldasu, SP2HP ini diterbitkan pada tanggal 29 Maret 2018. Hasilnya begini, bahwa perkara tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati, red) Sumut, bukan Kejaksaan Agung. Kalau ini Bareskrim yang memegang perkaranya, tentu Kejaksaan Agung. Ini ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara," ucap Daud sambil menunjukkan surat tersebut.

Daud menyebut, surat tersebut sudah 4 kali dikembalikan oleh JPU ke penyidik, sesuai aturan, maka perkara tidak layak untuk dilanjutkan.

"Tapi karena ini sudah dilimpahkan kembali ke penyidik empat kali, maka berdasarkan peraturan Kapolri, peraturan Jaksa Agung, peraturan Menteri Hukum dan HAM tentang tata laksana sistem peradilan pidana maka itu harus dihentikan," jelas Daud.

Selanjutnya, terkait laporan kliennya Rayyanto Tampubolon di Polresta Pekanbaru, Daud mengatakan bahwa belum ada Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) dan masih di proses. Maka pihaknya menyurati Polda Riau untuk menindak lanjuti dan mengasistensi laporan tersebut.

"Kalau yang di Polresta Pekanbaru belum ada produk penghentian, masih di proses, tapi tidak ada kepastian prosesnya. Itulah kita membuat surat ke Polda (Riau, red). Mohon Pak Kapolda Riau untuk asistensi dan ambil alih. Kapolda Riau menanggapi surat kita, dipanggil kita gelar dan siapkan berkas-berkas. Jadi di Polresta Pekanbaru itu tidak ada pernah SP3, kalau kami menerima SP3, kami pasti punya upaya hukum," sebut Daud.

Maka dari itu, masih kata Daud, Laporan yang di Poldasu dan Polresta Pekanbaru itu berbeda, karena laporan di Polresta Pekanbaru belum pernah dihentikan.

"Kita hanya memohon ke Polda Riau karena proses penyidikan sangat lamban sudah hampir 6 tahun, kita minta Polda Riau asistensi dan ambil alih perkara itu," tegas Daud.

Daud menguraikan, dalam Pembatalan Surat Keterangan Telah Menerima Pemberkatan Nikah yang dikeluarkan HKBP Simpang Dolok Ressort Labuhan Ruku Sumatera Utara (Sumut) dengan nomor 01/RLR/II/2015 tertanggal 20 Februari 2015 tertuang 3 poin yang menjelaskan alasan pencabutan itu.

Pertama, surat tersebut bukan surat nikah, tapi surat meminta supaya dikeluarkan surat keterangan nikah Ray Firman Tampubolonvdengan Relli Sopoan Br Siahaan kepada Pendeta  E.G Simanjuntak.

Kedua, isi surat tersebut adalah yang mencari taulhu apa benar yang bersangkutan nikah di HKBP Simpang Dolok Ressort Labuhan Ruku. 

Terakhir, saya sebagai pendeta Ressort Labuhan Ruku mencari informasi dari warga jemaat tentang pernikahan tersebut tidak seorangpun tahu persis.

"Secara resmi pembatalan ini memang belum kita sampaikan di Polresta Pekanbaru, karena kita sedang fokus menghadapi gugatan," ujarnya.

Daud meyakini, pihak tergugat tahu perihal surat pembatalan tersebut, karena menurut pihak gereja, surat pembatalan itu sudah dikirimkan ke pihak tergugat.

"Saya yakin mereka tau, karena menurut pihak gereja ini (surat pembatalan, red) sudah dikirimkan ke pihak mereka," sambung Daud.

Untuk diketahui, orang tua dari dari Rayanto Tampubolon yakni Ray Firman Tampubolon meninggal pada tahun 2013 lalu. Disebut Daud, sepeninggalan ayah kliennya, muncullah persoalan yang sebenarnya adalah masalah internal keluarga.

"Pihak terlapor, Pak Sahat dengan saudara saudarinya mereka mengajukan atau membuat sebuah surat yang diterbitkan oleh gereja di Asahan, Ressort Labuhan Ruku Sumatera Utara," ucap Daud.

Dalam surat tersebut, ungkap Daud, didalamnya berisi surat keterangan telah menerima pemberkatan dan telah digunakan di Pengadilan dan beberapa instansi pemerintahan dan kelurahan.

"Apakah tujuannya dengan membatalkan pernikahan ayahnya denga ibu Rosmery Hasibuan, ibunda klien kami Rayyanto Tampubolon? Apa karena ingin menguasai semua harta? Apakah tindakan itu bukan penghinaan terhadap almarhum?," kata Daud.

Daud menyebut, seolah-olah dalam surat itu diterangkan ada pemberkatan perkawinan antara Relli Sopoan Br Siahaan dengan Ray Firman Tampubolon oleh gereja HKBP tersebut yang terjadi pada tahun 1957.

Begitu menerima surat itu, pihaknya melakukan investigasi ke lapangan dan mencari informasi kepada tetua penduduk dan mendatangi pihak gereja terkait dasar penerbitan surat tersebut.

"Kalaupun ada perkawinan, apakah benar dilaksanakan di gereja ini. Kita melihat bahwa ada suatu keadaan palsu yang dituangkan dalam sebuah surat yang digunakan oleh terlapor. Ini sudah dilaporkan di 2015, laporan kita itu berdasarkan LP Nomor 680/VI/2015/SPKT-Polresta Pekanbaru, tertanggal 9 Juni 2015, langsung ditandangani oleh Bapak Rayan Tampubolon sebagai pelapor pada saat itu, sudah di BAP," tutup Daud.-dnr


 Editor : Effendi Rusli
Kata Kunci hukrim


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Sisir Sungai Kuantan, Tim Gabungan Polsek Cerenti Tutup Paksa Tambang Ilegal

Tahanan Narkotika Kabur, Petugas Lapas Pasir Pangarayan Diperiksa Internal

Polresta Pekanbaru Jadwalkan Pemeriksaan Kepala Sekolah SMK Terkait Laporan Penganiayaan Siswi

Pengadilan Tinggi Riau Perberat Vonis Korupsi Abdul Wahid Jadi 4 Tahun Penjara dan Denda Rp200 Juta

Polres Siak Tangkap Tiga Pengedar Sabu di Kandis, Pemasok Utama Masih Diburu

Nyamar Jadi Pembeli, Polisi Ringkus Kurir Ekstasi di Parkiran Hotel Pekanbaru

Sisir Sungai Kuantan, Tim Gabungan Polsek Cerenti Tutup Paksa Tambang Ilegal

Tahanan Narkotika Kabur, Petugas Lapas Pasir Pangarayan Diperiksa Internal

Polresta Pekanbaru Jadwalkan Pemeriksaan Kepala Sekolah SMK Terkait Laporan Penganiayaan Siswi

Pengadilan Tinggi Riau Perberat Vonis Korupsi Abdul Wahid Jadi 4 Tahun Penjara dan Denda Rp200 Juta

Polres Siak Tangkap Tiga Pengedar Sabu di Kandis, Pemasok Utama Masih Diburu

Nyamar Jadi Pembeli, Polisi Ringkus Kurir Ekstasi di Parkiran Hotel Pekanbaru

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Enam Pabrik Sawit di Kuansing Disegel, Ribuan Petani Terimpit Disrupsi
  • 2 Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
  • 3 Warga Pekanbaru Bisa Beli Sembako Murah di 5 Lokasi Ini hingga Jumat
  • 4 Jaga Ketahanan Wilayah Riau, TNI dan Pemprov Tekankan Kerja Sama Lintas Sektor
  • 5 BMKG Minta Warga Riau Waspadai Hujan Badai dan Potensi Asap
  • 6 IHK Riau Naik Jadi 114,27, Inflasi Bulanan September 2026 Tembus 0,64 Persen
  • 7 Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
  • 8 BMKG Riau Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem dan Minta Warga Waspadai 11 Hotspot
  • 9 Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila di MPP, Pemko Pekanbaru Perkuat Dedikasi Aparatur
Terkini +INDEKS

Pasokan Terbagi ke Jakarta, Cabai Bukittinggi di Pekanbaru Tembus Rp120 Ribu

06 Oktober 2026
Sisir Sungai Kuantan, Tim Gabungan Polsek Cerenti Tutup Paksa Tambang Ilegal
06 Oktober 2026
Petani Sawit Plasma Riau Hadapi Penurunan Harga TBS Sepekan Ke Depan
06 Oktober 2026
Sumsel Sumbang 2.511 Hotspot di Sumatera, 8 Titik Tersebar di Riau
06 Oktober 2026
Tahanan Narkotika Kabur, Petugas Lapas Pasir Pangarayan Diperiksa Internal
06 Oktober 2026
DBD di Pekanbaru Tembus 745 Kasus, Tiga Orang Meninggal Dunia
06 Oktober 2026
Udara Pekanbaru Pagi Ini Memburuk, Konsentrasi PM2.5 Capai Status Berbahaya
06 Oktober 2026
Udara Bahaya, Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pembelajaran Jarak Jauh
06 Oktober 2026
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Disegel, Ribuan Petani Terimpit Disrupsi
06 Oktober 2026
Garuda Mengukir Sejarah di Gelora Bung Karno
05 Oktober 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved