Harga CPO di Bursa Malaysia Alami Downtrend, Peluang Rebound Tipis
RIAUIN.COM - Harga CPO di Bursa Malaysia tercatat MYR 4.380/ton, turun 0,73% dari posisi akhir pekan lalu.
Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja mengatakan Harga CPO mengalami tren negatif dari posisi pekan lalu.
"Harga CPO masih menjalani tren buruk. Untuk perdagangan hari ini, kemungkinan harga CPO masih berjalan di jalur menurun," kata Defris di Pekanbaru, Selasa (21/12/2021).
Ia menuturkan, menurut Analis Komoditas Reuters, target harga CPO ada di MYR 4.298-4.359/ton. Selain itu, harga CPO sedang berada di gelombang C yang bisa berujung ke MYR 4.237/ton dalam beberapa hari ke depan.
Peluang rebound rasanya tidak besar, karena harga stabil di bawah titik resistance MYR 4.555/ton.
"Bahkan downtrend ini bisa membawa harga CPO menuju MYR 3.936/ton. Ini terlihat dari pergerakan harga di lower channel," jelasnya.-dn
Berita Lainnya
Workshop BRK Syariah Beri Nilai Tambah bagi UMKM, Nasabah Kini Lebih Siap Mengakses Pembiayaan
BRK Syariah Perkuat Kapasitas UMKM Lewat Workshop Akselerasi Pembiayaan Bersama BI dan OJK
Tak Perlu Jual Emas, BRK Syariah Hadirkan Layanan Gadai Emas di Seluruh Kantor Pekanbaru
BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI
HEAT Show-Off Honda Exclusive Guncang Taman Pacu Jalur, Ribuan Warga Kuansing Padati Lokasi Acara
BRK Syariah Jalani Management Meeting Fitch Ratings Indonesia, Dukung Proses Pemeringkatan Tahun 2026
Workshop BRK Syariah Beri Nilai Tambah bagi UMKM, Nasabah Kini Lebih Siap Mengakses Pembiayaan
BRK Syariah Perkuat Kapasitas UMKM Lewat Workshop Akselerasi Pembiayaan Bersama BI dan OJK
Tak Perlu Jual Emas, BRK Syariah Hadirkan Layanan Gadai Emas di Seluruh Kantor Pekanbaru
BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI
HEAT Show-Off Honda Exclusive Guncang Taman Pacu Jalur, Ribuan Warga Kuansing Padati Lokasi Acara
BRK Syariah Jalani Management Meeting Fitch Ratings Indonesia, Dukung Proses Pemeringkatan Tahun 2026