Pertama di Sumatera, Pria Asal Kuansing Olah Limbah Plastik Jadi Tali Terpal
RIAUIN.COM - Limbah plastik bekas pembungkus makanan ringan bagi kebanyakan orang hanya dianggap sebagai sampah yang tak berguna.
Namun, tidak demikian bagi Nerdi Wantomes, pria kelahiran Desa Kari, Kecamatan Kuantan Tengah , Kabupaten Kuansing ini justru menyulap limbah plastik yang didatangkan dari Pulau Jawa tersebut menjadi barang yang bernilai tinggi.
Bersama empat orang karyawannya, Nerdi memamfaatkan limbah palstik itu menjadi tali tambang. Tali yang dihasilkan oleh CV Lentera Abadi Sukses tersebut kebanyakan digunakan untuk terpal.
Kini produksi tali tambang milik Nerdi telah dilirik oleh beberapa pengusaha terpal dari Pekanbaru dan Sumatera Barat.
“Alhamdulillah hari ini saja, sudah ada beberapa pengusaha terpal yang datang. Mereka bersedia menampung semua tali tambang yang kami produksi,” cerita Nerdi kepada Riauin.com dilokasi pabriknya, Minggu, (21/11/2021).
Ia pun mengakui, usaha yang baru dirintisnya sejak tiga bulan yang lalu itu kini kebanjiran orderan. Namun, karena jumlah produksi belum memadai sehingga tawaran tersebut tidak semua bisa dipenuhi.
“Kami baru menyanggupi orderan dari Aneka Terpal Pekanbaru. Bahkan kami sudah MoU dengan ownernya, kalau orderan yang lain belum sanggup kami memenuhi karena kapasitas mesin produksi belum memadai,” ujarnya.
Kendati demikian, pria lulusan fakultas hukum itu berencana menambah beberapa mesin produksi lagi, sehingga tali tambang produksi warga Kuansing ini bisa merambah ke seluruh daerah di Indonesia.
"Kalau untuk di Pulau Sumatera, hanya inilah satu satunya produksi tali tambang dari limbah palstik untuk terpal. Biasanya pengusaha terpal mendatangkannya dari Pulau Jawa," ucap Nerdi.
Dijelaskannya, tali tambang yang mereka produksi terdiri dari beragam ukuran, mulai dari ukuran 1 milimeter sampai tiga milimeter.
“Besar kecilnya tergantung orderan konsumen. Kami bisa menyesuaikannya,” tutup Nerdi. -hen
Berita Lainnya
Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
Beda Gaya di Acara Pacu Jalur: Plt Bupati Mukhlisin Pilih Tampil Tradisional Tanpa Kacamata Hitam
Pemkab Kuansing Janjikan Hadiah Umrah untuk Kafilah Berprestasi di MTQ Nasional
Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
Beda Gaya di Acara Pacu Jalur: Plt Bupati Mukhlisin Pilih Tampil Tradisional Tanpa Kacamata Hitam
Pemkab Kuansing Janjikan Hadiah Umrah untuk Kafilah Berprestasi di MTQ Nasional