PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Bikin Hujan Buatan, Satgas Karhutla Riau sudah Tebar 10 Ton Garam di Langit Riau
PEKANBARU, Riauin.com - Sejak awal 2017, lebih dari 10 ton garam di langit telah disemai tim Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau untuk ciptakan hujan buatan.
"Hampir setiap hari kita lakukan TMC (Total Modifikasi Cuaca) melalui hujan buatan, begitu ada awan bisa untuk disemai, kita langsung lakukan penyemaian garam di wilayah operasi TMC itu, sudah 10 ton lebih yang kita tabur," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau Edward Sanger di Pekanbaru, Senin lalu.
Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, berbagai upaya terus dilakukan, termasuk mengalakkan penggunaan TMC malalui hujan buatan. Untuk stok garam penyemaian, kata dia, sudah ada sebanyak 30 ton, dimana setiap harinya dilakukan pemantauan di Wilayah Operasi TMC."Jadi, setiap helikopter terbang membawa 800 sampai 1 ton garam, hampir setiap hari kita lakukan (penyemaian)," ujar Edward yang pernah Pj Wali Kota Pekanbaru tersebut.
Ia mengatakan hujan buatan yang dilakukan, memang tidak selalu terjadi di wilayah yang disemai karena tergantung dari arah angin.
"Jadi misalnya kita semai di sini, bisa saja hujannya di Siak, kita lakukan di tempat ini, hujannya di tempat lain," katanya dilansir antarariau.
Upaya-upaya tersebut terus dilakukan untuk penanggulangan karhutla karena saat ini Riau masih musim kemarau.
"Ini karena masih musim kemarau, diperkiran September nanti baru masuk musim hujan," katanya.
Lebihlanjut, Edward menjelaskan dukungan pusat terhadap penanggulangan Karhutla pada 2017 cukup besar, dimana sebanyak enam bantuan helikopter telah beroperasi di Wilayahnya untuk memperkuat tugas satgas Karhutla Riau.
Selain itu, koordinasi terus berjalan dengan sejumlah provinsi rawan Karhutla. Beberapa waktu lalu, di Sumatera Selatan, dalam rapat koordinasi Edward menyampaikan kesiapan dalam mengatasi bencana itu.
"Sudah saya sampaikan, kita sudah siap dengan enam bantuan helikopter dan satu helikopter TMC, dan saya laporkan juga bahwa daerah-daerah hotspot kita tekan sedemikian rupa," tegasnya.(src)
"Hampir setiap hari kita lakukan TMC (Total Modifikasi Cuaca) melalui hujan buatan, begitu ada awan bisa untuk disemai, kita langsung lakukan penyemaian garam di wilayah operasi TMC itu, sudah 10 ton lebih yang kita tabur," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau Edward Sanger di Pekanbaru, Senin lalu.
Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, berbagai upaya terus dilakukan, termasuk mengalakkan penggunaan TMC malalui hujan buatan. Untuk stok garam penyemaian, kata dia, sudah ada sebanyak 30 ton, dimana setiap harinya dilakukan pemantauan di Wilayah Operasi TMC."Jadi, setiap helikopter terbang membawa 800 sampai 1 ton garam, hampir setiap hari kita lakukan (penyemaian)," ujar Edward yang pernah Pj Wali Kota Pekanbaru tersebut.
Ia mengatakan hujan buatan yang dilakukan, memang tidak selalu terjadi di wilayah yang disemai karena tergantung dari arah angin.
"Jadi misalnya kita semai di sini, bisa saja hujannya di Siak, kita lakukan di tempat ini, hujannya di tempat lain," katanya dilansir antarariau.
Upaya-upaya tersebut terus dilakukan untuk penanggulangan karhutla karena saat ini Riau masih musim kemarau.
"Ini karena masih musim kemarau, diperkiran September nanti baru masuk musim hujan," katanya.
Lebihlanjut, Edward menjelaskan dukungan pusat terhadap penanggulangan Karhutla pada 2017 cukup besar, dimana sebanyak enam bantuan helikopter telah beroperasi di Wilayahnya untuk memperkuat tugas satgas Karhutla Riau.
Selain itu, koordinasi terus berjalan dengan sejumlah provinsi rawan Karhutla. Beberapa waktu lalu, di Sumatera Selatan, dalam rapat koordinasi Edward menyampaikan kesiapan dalam mengatasi bencana itu.
"Sudah saya sampaikan, kita sudah siap dengan enam bantuan helikopter dan satu helikopter TMC, dan saya laporkan juga bahwa daerah-daerah hotspot kita tekan sedemikian rupa," tegasnya.(src)
Berita Lainnya
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
Tekan Inflasi Akhir Tahun, DKP Pekanbaru Salurkan Ribuan Bibit Cabai ke Dasawisma
Hadapi Era AI dan Digitalisasi, Wawako Pekanbaru Ingatkan Mahasiswa IPTAR Bangun Karakter dan Kompetensi
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
Tekan Inflasi Akhir Tahun, DKP Pekanbaru Salurkan Ribuan Bibit Cabai ke Dasawisma
Hadapi Era AI dan Digitalisasi, Wawako Pekanbaru Ingatkan Mahasiswa IPTAR Bangun Karakter dan Kompetensi