PILIHAN
Camat Rambah ajak Warga brantas warung Remang-remang
PASIRPENGARAIAN, Riauin.com - Camat Rambah Rohul Muhammad Fra Novandi Sstp Msi mengajak seluruh Masyarakat membrantas warung remang-remang yang meresahkan Masyarakat,terutama di Desa Koto tinggi.Demikian disampaikannya pada acara Syafari Ramadhan Kecamatan kamis(7/6)petang di Masdjid Shohibul jannah dusun Pasar Seneb desa koto Tinggi.
Disampaikannya,Sebagaimana keluhan Masyarakat selama ini semakin maraknya warung-remang yang menyediakan wanita penghibur,di Kecamatan rambah,bahkan semakin hari semakin menjamur.
Menurut Fra Novandi bahwa Praktek warung remang-remang ini sudah lama beroperasi bahkan seblum dirinya menjadi camat keluhan Masyarakat sudah banyak,namun setiap dilakukan operasi oleh Tim yang sudah dibentuk mereka bukanlah semakin hilang akan tetapi semakin menjamur.
Untuk membasmi hal tersebut perlunya kebersamaan Masyarakat yang turun ke lokasi tersebut,agar pemilih warung remang-remang itu merasa jera beroperasi di Kecamatan Rambah ini,’’untuk membasmi warung remang-remang itu seharusnya Tim bergabung dengan Masyarakat,dan turun langsung ke Lokasi kalau tidak demikian mereka tidak akan jera untuk beroperasi,’’katanya.
Untuk itu dihimbau kepada Masyarkat agar mari bersama-sama kita turun ke Lokasi agar pemilik warung remang-remang itu merasa malu dan takut untuk beroperasi kembali.
Diluar hal tersebut terkait dengan banyaknya kios-kios yang tidak terpakai di arel pasar senen akan dilakukan pendataan kembali,karena banyaknya lapak-lapak yang sudah lapuk dan tidak terpakai lagi,dan lokasi tersebut banyak warga yang memanfaatkan untuk tempat berpacar-pacaran.
Setelah dilakukan pendataan khusus kios-kios bagian belakang pasar yang sudah lapuk akan dibongkar untuk pembersihan kawasan Pasar senin tersebut.(Yus)
Disampaikannya,Sebagaimana keluhan Masyarakat selama ini semakin maraknya warung-remang yang menyediakan wanita penghibur,di Kecamatan rambah,bahkan semakin hari semakin menjamur.
Menurut Fra Novandi bahwa Praktek warung remang-remang ini sudah lama beroperasi bahkan seblum dirinya menjadi camat keluhan Masyarakat sudah banyak,namun setiap dilakukan operasi oleh Tim yang sudah dibentuk mereka bukanlah semakin hilang akan tetapi semakin menjamur.
Untuk membasmi hal tersebut perlunya kebersamaan Masyarakat yang turun ke lokasi tersebut,agar pemilih warung remang-remang itu merasa jera beroperasi di Kecamatan Rambah ini,’’untuk membasmi warung remang-remang itu seharusnya Tim bergabung dengan Masyarakat,dan turun langsung ke Lokasi kalau tidak demikian mereka tidak akan jera untuk beroperasi,’’katanya.
Untuk itu dihimbau kepada Masyarkat agar mari bersama-sama kita turun ke Lokasi agar pemilik warung remang-remang itu merasa malu dan takut untuk beroperasi kembali.
Diluar hal tersebut terkait dengan banyaknya kios-kios yang tidak terpakai di arel pasar senen akan dilakukan pendataan kembali,karena banyaknya lapak-lapak yang sudah lapuk dan tidak terpakai lagi,dan lokasi tersebut banyak warga yang memanfaatkan untuk tempat berpacar-pacaran.
Setelah dilakukan pendataan khusus kios-kios bagian belakang pasar yang sudah lapuk akan dibongkar untuk pembersihan kawasan Pasar senin tersebut.(Yus)
Berita Lainnya
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh