Diduga Aniaya 2 Santri, Guru Pesantren di Cianjur Dilaporkan ke Polisi
RIAUIN.COM - Seorang guru di Pondok Pesantren di Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan ke polisi. Guru tersebut diduga melakukan penganiayaan terhadap dua santri menggunakan seutas kabel listrik karena melakukan kesalahan keluar pondok tanpa izin.
Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai mengatakan, pihaknya telah mendapat laporan dari kedua orang tua santri. Korban mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya mulai dari bagian kaki, tangan hingga punggungnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun kekerasan tersebut terjadi beberapa hari lalu saat korban keluar pondok untuk membeli sesuatu ke salah satu toko. Namun teman korban membuat kesalahan. Setelah itu korban juga ikut dipanggil oleh oknum guru tersebut dan dihukum dengan dipukul menggunakan benda tumpul.
Kami masih mendalami dan segera melakukan penyelidikan karena luka yang diderita cukup parah. Saat ini laporan korban sudah kami terima dan segera ditindaklanjuti," kata Rifai di Cianjur, Jawa Barat, Selasa, 9 Maret 2021. -dani
Berita Lainnya
Dari Pulokerto Gandus, PLN Nyalakan Harapan Pendidikan Anak Usia Dini
Pemadaman Karhutla di Inhu Masih Berlangsung, Manggala Agni Turunkan Water Boming
Enam Rumah di Inhil Ambruk Akibat Longsor Susulan
Longsor Hanyutkan Empat Rumah ke Sungai, Akses Pelabuhan di Inhil Putus
Buaya Muara Sungai Metas Siak Mangsa Warga Kampung Penyengat
Tower Emergency 275 kV Galang–Simangkuk Berhasil Dienergize, Masyarakat Kembali Nikmati Listrik
Dari Pulokerto Gandus, PLN Nyalakan Harapan Pendidikan Anak Usia Dini
Pemadaman Karhutla di Inhu Masih Berlangsung, Manggala Agni Turunkan Water Boming
Enam Rumah di Inhil Ambruk Akibat Longsor Susulan
Longsor Hanyutkan Empat Rumah ke Sungai, Akses Pelabuhan di Inhil Putus
Buaya Muara Sungai Metas Siak Mangsa Warga Kampung Penyengat
Tower Emergency 275 kV Galang–Simangkuk Berhasil Dienergize, Masyarakat Kembali Nikmati Listrik