PILIHAN
Banjir di Kampar Telan Korban, Bocah 10 Tahun Diseret Arus
Banjir di Kampar
BANJIR yang melanda kabupaten Kampar menelan korban. Muhammad Rifal Afri diduga hanyut dan tenggalam dibawa arus deras, Minggu (17/1/2016), sekira pukul 14.30 WIB, di Desa Palung Raya, kecamatan Tambang, kabupaten Kampar.
Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIk menjelaskan, kejadian tersebut berawal ketika orang tua korban, In Afrianto, berada di jalan Lingkar Desa Palung Raya hendak pergi membeli minyak tanah ke dusun I dengan menggunakan sampan.
"Jalan tersebut telah digenangi air akibat luapan banjir setinggi 120 CM. Tiba-tiba korban ingin mengikuti orang tuanya tersebut. Karena korban tidak pandai berenang, akhirnya korban disuruh orang tuanya untuk menunggu di tepian jalan lingkar," jelas Guntur.
Kemudian, ayah korban pergi. Baru sekitar pukul 14.30 WIB orang tua korban kembali ke tempat awal Muhammaf Rifal Afri disuruh menunggu. Namun ketika itu korban sudah tidak terlihat lagi.
"Ayah korban bertanya kepada salah seorang saksi tentang keberadaan anaknya. Katanya anaknya pergi ke atas tepian dan bermain ke atas bersama anaknya," papar Guntur.
Tanpa disadari oleh teman korban, dikarenakan lengah, akhirnya korban pergi ke Jalan Lingkar yg digenangi banjir tersebut. "Hingga akhirnya korban hilang diduga diseret arus banjir," ujarnya. VIN
Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo SIk menjelaskan, kejadian tersebut berawal ketika orang tua korban, In Afrianto, berada di jalan Lingkar Desa Palung Raya hendak pergi membeli minyak tanah ke dusun I dengan menggunakan sampan.
"Jalan tersebut telah digenangi air akibat luapan banjir setinggi 120 CM. Tiba-tiba korban ingin mengikuti orang tuanya tersebut. Karena korban tidak pandai berenang, akhirnya korban disuruh orang tuanya untuk menunggu di tepian jalan lingkar," jelas Guntur.
Kemudian, ayah korban pergi. Baru sekitar pukul 14.30 WIB orang tua korban kembali ke tempat awal Muhammaf Rifal Afri disuruh menunggu. Namun ketika itu korban sudah tidak terlihat lagi.
"Ayah korban bertanya kepada salah seorang saksi tentang keberadaan anaknya. Katanya anaknya pergi ke atas tepian dan bermain ke atas bersama anaknya," papar Guntur.
Tanpa disadari oleh teman korban, dikarenakan lengah, akhirnya korban pergi ke Jalan Lingkar yg digenangi banjir tersebut. "Hingga akhirnya korban hilang diduga diseret arus banjir," ujarnya. VIN
Berita Lainnya
Kasus Suhardiman Amby Meluas, KPK Dalami Dugaan Suap Izin Hutan Produksi Kuansing
Polresta Pekanbaru Putus Rantai Pasokan Narkoba di Dua Zona Merah, Dua Pengedar Ditangkap
Tersandung Proyek Rp 600 Juta, Kadishub Siak Diperiksa Intensif
Jalur Laut Riau Masih Rawan, Sabu 8 Kilogram Asal Malaysia Diselundupkan Lewat Bengkalis
KPK Usut Keterkaitan Duit Suap Lahan Kuansing dengan Laporan Gratifikasi Menhut
Satresnarkoba Polres Pelalawan Amankan 2 Pengedar Sabu di Kuala Semundam, Total 2,83 Gram Disita
Kasus Suhardiman Amby Meluas, KPK Dalami Dugaan Suap Izin Hutan Produksi Kuansing
Polresta Pekanbaru Putus Rantai Pasokan Narkoba di Dua Zona Merah, Dua Pengedar Ditangkap
Tersandung Proyek Rp 600 Juta, Kadishub Siak Diperiksa Intensif
Jalur Laut Riau Masih Rawan, Sabu 8 Kilogram Asal Malaysia Diselundupkan Lewat Bengkalis
KPK Usut Keterkaitan Duit Suap Lahan Kuansing dengan Laporan Gratifikasi Menhut
Satresnarkoba Polres Pelalawan Amankan 2 Pengedar Sabu di Kuala Semundam, Total 2,83 Gram Disita