Menteri Nadiem Janjikan Kuota Internet 35 GB untuk Siswa Setiap Bulan
RIAUIN.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, menjanjikan akan memberikan bantuan pulsa atau kuota data internet bagi siswa, guru, mahasiswa dan dosen selama menerapkan program pendidikan jarak jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19 ini.
"Kami sudah mendapat persetujuan untuk anggaran Rp9 triliun untuk tahun ini, yang akan kami kerahkan untuk pulsa atau kuota data bagi siswa, guru, mahasiswa, dosen, selama 3-4 bulan ini," kata Nadiem saat rapat kerja di DPR RI, Kamis, 27 Agustus 2020.
"Ini yang sedang kami akselerasi secepat mungkin untuk bisa segera cair dan harapan kami bisa bantu siswa dan mahasiswa kita, dan guru-guru kita," katanya.
Untuk rincian bantuan pulsa atau kuota internet yang akan diberikan, Nadiem merinci bahwa kouta internet untuk siswa 35 Gb/bulan; guru 42 Gb/bulan; mahasiswa dan dosen 50 Gb/bulan. Bantuan itu akan diberikan selama 4 bulan (September-Desember). "Totalnya sebesar Rp7,2 triliun," ujarnya.
- Peneliti PFR Bima Kemsaindikti Gelar Diseminasi Penelitian Peran Masyarakat dan Crowdfunding Jurnalistik di Kampus UPBI
- Gelar Diseminasi Hasil Penelitian tentang Crowdfunding Jurnalistik, Solusi Inovatif Tingkatkan Kompetensi Wartawan
- Kelola Limbah Sawit, Mahasiswa KKN UMRI Gelar Pelatihan Pembuatan Briket di Desa Lubuk Garam Bengkalis
Di luar itu, Kemendikbud juga sudah mengamankan alokasi anggaran untuk tunjangan profesi guru dan tenaga kependidikan, tunjangan profesi dosen dan tunjangan guru besar, yang nilainya sebesar Rp1,7 triliun.
"Jadi totalnya sekitar Rp9 triliun. Alhamdulillah perjuangan kita sudah ada hasilnya untuk tahun ini. Jadi, janji saya, pulsa untuk siswa dan mahasiswa alhamdulillah tercapai," tegas Nadiem.
Sebelumnya, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyebut salah satu alasannya tidak ikut bergabung Program Organisasi Penggerak (POP) tahun ini karena menilai Kemendikbud tidak sensitif dengan kondisi pendidikan di masa pandemi Covid-19.
Kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini telah meluluhlantahkan semua sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Krisis ini juga berimbas pada kehidupan siswa dan orang tua.
PGRI mendesak Kemendikbud agar menunda program organisasi penggerak karena bermasalah. Selanjutnya, anggaran POP bisa dialihkan untuk membantu infrastruktur siswa, guru dan sekolah demi menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi seperti ini.
"Program ini ditunda dulu anggarannya untuk bantu program pendidikan jarak jauh," ujar Ketua PB PGRI Huzaifa Dadang.
Selain itu, PGRI memandang perlunya prioritas program yang sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kompetensi dan kinerja guru melalui penataan pengembangan dan mekanisme keprofesian guru berkelanjutan. - vie
Berita Lainnya
Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
Pakar UPER Soroti Komunikasi di Tengah Gempa NTT, Apa yang Perlu Diperkuat
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control
Telkomsel Liga Sang Juara Hadir di Sijunjung, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Digital Pendidikan
Dukung Hilirisasi Energi, Universitas Pertamina Perkuat Riset dan Inovasi
TEDxMAN Two Pekanbaru Youth 2026 Meriah, Tribun Penuh Penonton
Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
Pakar UPER Soroti Komunikasi di Tengah Gempa NTT, Apa yang Perlu Diperkuat
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control
Telkomsel Liga Sang Juara Hadir di Sijunjung, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Digital Pendidikan
Dukung Hilirisasi Energi, Universitas Pertamina Perkuat Riset dan Inovasi
TEDxMAN Two Pekanbaru Youth 2026 Meriah, Tribun Penuh Penonton