Warga Keluhkan Kades Lubuk Ambacang, Persoalkan Dana Covid-19 Sampai Bumdes
RIAUIN.COM - Pemerintahan Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuansing, melakukan mediasi antara sejumlah masyarakat dengan pemerintahan desa setempat.
Hal ini menyangkut sejumlah keluhan warga yang selama ini jarang terungkap. Diantara keluhan itu, yakni ketidaktransparanan soal data penerima bantuan Covid-19 oleh pemerintahan desa.
Menurut mereka, data penerima bantuan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. "Bahkan orang yang paling kaya di Desa ini dapat, kebun sawitnya puluhan hektar, mobilnya dua, dapat. Sementara masyarakat yang jelas jelas miskin dan terdampak tak dapat," ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat, Sahril.
Sahril menduga, pemerintahan desa pilih kasih dalam memberikan data penerima bantuan. Bisa jadi menurut dia, masih ada efek Pilkades beberapa waktu lalu.
Karena dia menengok, warga yang tidak terdata itu kebanyakan bagian dari yang bukan pendukung kades terpilih. "Mestinya hal semacam ini tidak boleh lagi. Karena kita semua terdampak," ujarnya.
Tidak hanya itu yang membuat warga kesal. Sahril juga mempertanyakan soal dana Bumdes yang telah raib. Nilainya mencapai Rp60 juta.
Kabarnya dana tersebut dibawa kabur oleh bendahara Bumdes itu sendiri. Sampai saat ini, menurutnya, belum jelas ujung pangkal penyelesaiannya.
Warga lainnya, Kasasih, juga mempertanyakan komitmen Kades soal visi dan misi saat mau mencalonkan dulu. "Kades harus komit dengan apa yang diucapkan saat visi dan misi lalu. Nah, sekarang bagaimana. Seluruh masyarakat harus diayomi. Apapun itu harus dimusyawarahkan," tuturnya.
Sampai detik ini, kata Kasasih, nasib Bumdes itu belum diketahui ujung pangkalnya. "Yang semacam ini kan harus dicari jalan penyelesaiannya," desaknya.
Hadir saat mediasi tadi pihak dari Dinas Sosial dan Polsek dan Camat Hulu Kuantan.
Sebenarnya pertemuan warga dengan pihak Kades dan Dinas Sosial Pemkab Kuansing tadi siang hanya khusus soal data penerima bantuan tunai. Sehingga teekait raibnya dana Bumdes Lubuk Ambacang tidak terlalu dibahas oleh pihak Dinas Sosial.
"Maaf, sekarang kita bahas soal data bantuan saja dulu ya, kalau soal Bumdes itu bidang yang lain," kata Nia Kusniati selaku pihak mewakili Dinas Sosial.
Menurut Nia, pihaknya telah mengimput data sesuai dengan yang diajukan pemerintahan desa. Namun ada beberapa data yang eror.
Nah, data eror ini, kata Nia, diajukan sebagai penerima bansos kabupaten. Nia menyebutkan, baantuan Covid 19 ini terdiri dari beberapa macam.
"Ada bantuan kemensos, kabupaten, BLT DD," kata Nia.
Selain itu, ujarnya, juga ada bantuan PKH. Penerima PKH tidak boleh mendapatkan bantuan dari kemensos maupun BLT DD.
Jadi, ujar Nia, jika masih ada warga Lubuk Ambacang yang belum terdata sebagai penerima bantuan, pihaknya menganjurkan agar dalam pertemuan tadi siang mencari solusi secara bermusyawarah. - hen
Berita Lainnya
Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
Beda Gaya di Acara Pacu Jalur: Plt Bupati Mukhlisin Pilih Tampil Tradisional Tanpa Kacamata Hitam
Pemkab Kuansing Janjikan Hadiah Umrah untuk Kafilah Berprestasi di MTQ Nasional
Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
Beda Gaya di Acara Pacu Jalur: Plt Bupati Mukhlisin Pilih Tampil Tradisional Tanpa Kacamata Hitam
Pemkab Kuansing Janjikan Hadiah Umrah untuk Kafilah Berprestasi di MTQ Nasional