PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Corona Ganggu Penjualan BBM, Pendapatan Pertamina Diprediksi Anjlok
Jakarta, Riauin.com - Penjualan BBM PT Pertamina (Persero) merosot di tengah merebaknya Corona. Saking merosotnya, Pertamina pun memprediksi pendapatannya akan berada di bawah target tahun ini.
Dirut Pertamina Nicke Widyawati mengatakan penjualan BBM ritel telah turun 16,78% dibandingkan rata-rata penjualan harian di bulan Januari dan Februari.
"Beberapa daerah terjadi penurunan demand hingga 16,78% dibandingkan rata-rata harian Januari dan Februari 2020. Apalagi ditambah dengan adanya PSBB, kita semakin tertekan," jelas Nicke saat rapat virtual bersama Komisi VI DPR, seperti dilansir dari detik.com Kamis (16/4/2020).
Bukan cuma itu, BBM untuk industri pun mengalami penurunan. Nicke mencatatkan penurunan terbesar terjadi pada industri aviasi hingga 45%.
"Aviasi luar biasa penurunannya di atas 45% penurunannya karena flight banyak berhenti demikian juga BBM industri sangat tajam industri banyak tidak operasi," kata Nicke.
Nicke mengatakan kalau kondisi ini terus berlanjut pihaknya akan mengalami penurunan pendapatan 38-45% dari target yang ditetapkan dalam RKAP 2020. Dia menetapkan dua skenario skenario berat dan sangat berat.
"Simulasi sudah dilakukan, di mana ada berat dan sangat berat. Kalau berat revenue kita dari RKAP 2020 hingga 38%, kalau skenario sangat besar bisa sampai 45%," jelas Nicke.(NOL)
Dirut Pertamina Nicke Widyawati mengatakan penjualan BBM ritel telah turun 16,78% dibandingkan rata-rata penjualan harian di bulan Januari dan Februari.
"Beberapa daerah terjadi penurunan demand hingga 16,78% dibandingkan rata-rata harian Januari dan Februari 2020. Apalagi ditambah dengan adanya PSBB, kita semakin tertekan," jelas Nicke saat rapat virtual bersama Komisi VI DPR, seperti dilansir dari detik.com Kamis (16/4/2020).
Bukan cuma itu, BBM untuk industri pun mengalami penurunan. Nicke mencatatkan penurunan terbesar terjadi pada industri aviasi hingga 45%.
"Aviasi luar biasa penurunannya di atas 45% penurunannya karena flight banyak berhenti demikian juga BBM industri sangat tajam industri banyak tidak operasi," kata Nicke.
Nicke mengatakan kalau kondisi ini terus berlanjut pihaknya akan mengalami penurunan pendapatan 38-45% dari target yang ditetapkan dalam RKAP 2020. Dia menetapkan dua skenario skenario berat dan sangat berat.
"Simulasi sudah dilakukan, di mana ada berat dan sangat berat. Kalau berat revenue kita dari RKAP 2020 hingga 38%, kalau skenario sangat besar bisa sampai 45%," jelas Nicke.(NOL)
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing