PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Mengenal Atambua, Tapal Batas Indonesia dengan Timor Timur
Jakarta - Atambua adalah kota Indonesia yang paling ujung menghadap negara Timor Leste. Terletak di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Atambua menjadi saksi perceraian Indonesia-Timor Timur.
Untuk mengunjungi Atambua dari Ibu Kota, tentu saja yang paling gampang adalah dengan menggunakan jasa maskapai penerbangan. Perjalanan di atas pesawat dari Jakarta ke Bandara El Tari, Kupang, memakan waktu empat jam hingga tujuh jam.
Dari Kupang, salah satu alternatifnya Anda bisa menempuh perjalanan darat. Jangan khawatir, kondisi jalan Kupang-Atambua sepanjang 270 Km mulus beraspal. Saat detikcom menyusuri pada 2015 lampau, aspal di jalan itu nyaris tanpa lubang. Perjalanan dari Kupang menuju Atambua dapat ditempuh dalam waktu 7-8 jam melalui jalan nasional ini, melintasi perbukitan dan lembah, berkelok naik-turun.
Bila tak mau menempuh perjalanan darat, sebenarnya ada pula bandara di Atambua, yakni Bandara AA Bere Talo alias Bandara Haliwen. Bandara ini melayani penerbangan domestik menghubungkan Kupang-Atambua atau Timor Leste-Atambua.Panjang landasan pacunya 1.450 meter. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pada Oktober 2016 lalu, ingin memperpanjang landas pacu Bandara ini sehingga menjadi 2.000 meter supaya Boeing 737 bisa mendarat.
Sampailah di Atambua, kota seluas 56,18 km persegi ini punya suhu sekitar 27 sampai 37 derajat celsius. Untuk fasilitas penunjang hidup, Ibu Kota Kabupaten Belu ini punya dua rumah sakit pemerintah dan satu rumah sakit swasta.
Atambua punya sejumlah tempat wisata, dari pantai, wisata kuliner, hingga wisata religius. Penduduk setempat beretnis Tetun dan Atoni. Mayoritas penduduknya beragama Katolik.(dtc)
Untuk mengunjungi Atambua dari Ibu Kota, tentu saja yang paling gampang adalah dengan menggunakan jasa maskapai penerbangan. Perjalanan di atas pesawat dari Jakarta ke Bandara El Tari, Kupang, memakan waktu empat jam hingga tujuh jam.
Dari Kupang, salah satu alternatifnya Anda bisa menempuh perjalanan darat. Jangan khawatir, kondisi jalan Kupang-Atambua sepanjang 270 Km mulus beraspal. Saat detikcom menyusuri pada 2015 lampau, aspal di jalan itu nyaris tanpa lubang. Perjalanan dari Kupang menuju Atambua dapat ditempuh dalam waktu 7-8 jam melalui jalan nasional ini, melintasi perbukitan dan lembah, berkelok naik-turun.
Bila tak mau menempuh perjalanan darat, sebenarnya ada pula bandara di Atambua, yakni Bandara AA Bere Talo alias Bandara Haliwen. Bandara ini melayani penerbangan domestik menghubungkan Kupang-Atambua atau Timor Leste-Atambua.Panjang landasan pacunya 1.450 meter. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pada Oktober 2016 lalu, ingin memperpanjang landas pacu Bandara ini sehingga menjadi 2.000 meter supaya Boeing 737 bisa mendarat.
Sampailah di Atambua, kota seluas 56,18 km persegi ini punya suhu sekitar 27 sampai 37 derajat celsius. Untuk fasilitas penunjang hidup, Ibu Kota Kabupaten Belu ini punya dua rumah sakit pemerintah dan satu rumah sakit swasta.
Atambua punya sejumlah tempat wisata, dari pantai, wisata kuliner, hingga wisata religius. Penduduk setempat beretnis Tetun dan Atoni. Mayoritas penduduknya beragama Katolik.(dtc)
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing