PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Mentan Amran Panen Jagung 120 Hektar di Pandeglang
Pandeglang - Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan panen jagung di Pandeglang. Panen tersebut dilakukan di lahan seluas 120 hektar.
Amran tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB di Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Pandeglang, Banten. Turut hadir di lokasi terdapat Bupati Pandeglang Irna Narulita.
Panen jagung hibrida ini dilakukan di lahan milik Perhutani yang terintegrasi dengan karet. Saat menuju lokasi panen jagung, Amran harus menaiki mobil pick-up karena akses jalan yang dipenuhi tanah.
Dari total panen jagung seluas 120 hektar, ditargetkan produksi per hektar mencapai 5 ton atau total 600 ton.
Saat tiba, Amran disambut tari topeng tani. Tari tersebut menyebut untuk menunjukan anak muda yang malu bermimpi menjadi petani.
"Penari tadi itu harusnya ada muncul di Rakornas 2017 akan kami tunjukan ke Presiden untuk menunjukan semangat petani dan menunjukan anak muda agar menjadi petani itu tidak malu," ujar Amran, di lokasi, Pandeglang, Banten, Rabu (29/3/2017).
Ia berpesan agar Banten, termasuk Pandeglang menjadi daerah yang menopang Jakarta. Hal itu karena jaraknya dekat dengan Ibu Kota.
"Ini Pandeglang khususnya Banten itu harusnya ada untuk menopang Jakarta," ujar Amran.
Usai melakukan panen jagung hibrida, Amran melakukan tanam jagung hibrida dengan menggunakan alat mesin petani. Tanam jagung ini dilakukan simbolis di lahan seluas sekitar 120 hektar sehingga setelah panen, dilanjutkan gerakan tanam kembali. Setelah itu, dia juga sempat melakukan tanam cabai secara simbolis.
"Ini harga cabai sudah turun," ujarnya sambil tertawa. (dtc)
Amran tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB di Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Pandeglang, Banten. Turut hadir di lokasi terdapat Bupati Pandeglang Irna Narulita.
Panen jagung hibrida ini dilakukan di lahan milik Perhutani yang terintegrasi dengan karet. Saat menuju lokasi panen jagung, Amran harus menaiki mobil pick-up karena akses jalan yang dipenuhi tanah.
Dari total panen jagung seluas 120 hektar, ditargetkan produksi per hektar mencapai 5 ton atau total 600 ton.
Saat tiba, Amran disambut tari topeng tani. Tari tersebut menyebut untuk menunjukan anak muda yang malu bermimpi menjadi petani.
"Penari tadi itu harusnya ada muncul di Rakornas 2017 akan kami tunjukan ke Presiden untuk menunjukan semangat petani dan menunjukan anak muda agar menjadi petani itu tidak malu," ujar Amran, di lokasi, Pandeglang, Banten, Rabu (29/3/2017).
Ia berpesan agar Banten, termasuk Pandeglang menjadi daerah yang menopang Jakarta. Hal itu karena jaraknya dekat dengan Ibu Kota.
"Ini Pandeglang khususnya Banten itu harusnya ada untuk menopang Jakarta," ujar Amran.
Usai melakukan panen jagung hibrida, Amran melakukan tanam jagung hibrida dengan menggunakan alat mesin petani. Tanam jagung ini dilakukan simbolis di lahan seluas sekitar 120 hektar sehingga setelah panen, dilanjutkan gerakan tanam kembali. Setelah itu, dia juga sempat melakukan tanam cabai secara simbolis.
"Ini harga cabai sudah turun," ujarnya sambil tertawa. (dtc)
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing