PILIHAN
Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
14 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Premium Langka, DPRD Riau: Jangan Tambah Beban Rakyat
PEKANBARU, Riauin.com - Anggota Komisi II DPRD Riau, Manahara Napitupulu, menyebutkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium mulai terjadi di provinsi Riau.
"Kita melihat sendiri antrean panjang kendaraan bermotor mulai terjadi di sejumlah SPBU beberapa hari terakhir. Seharusnya kelangkaan BBM tidak harus terjadi," kata Manahara.
Politisi Demokrat ini mengatakan, kelangkaan BBM bersubsidi tersebut akan berdampak pada aspek ekonomi masyarakat. Dan pemerintah seharusnya memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Jangan sampai kondisi ini berdampak negatif dan menambah beban rakyat," ujarnya.
Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan rapat internal untuk memanggil Pertamina guna meminta kejelasan kondisi yang terjadi saat ini.
"Saya minta masalah ini dibicarakan di tingkat komisi minta pihak Pertamina memberikan penjelasan dan solusinya agar kelangkaan BBM bisa segera diatasi," cakapnya.
Sebelumnya Gubernur Riau Syamsuar juga menegaskan akan memanggil PT Pertamina untuk mempertanyakan soal mulai sulitnya masyarakat mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis premium.
"Nanti saya cek terkait ini (premium) sulit dicari," kata Gubri Syamsuar kepada wartawan, Selasa (15/10/2019).
Gubri juga sempat heran mendengar informasi terkait langka premium di Pekanbaru khususnya dan Riau umumnya. Karena sampai saat ini ia belum mendapat laporan tersebut.
"Kalau masyarakat di mana? Nanti kami panggil PT Pertamina. (Kapan) Kan melalui telefon bisa juga untuk memastikan suplay (premium) ada," ujarnya.(int/nol)
"Kita melihat sendiri antrean panjang kendaraan bermotor mulai terjadi di sejumlah SPBU beberapa hari terakhir. Seharusnya kelangkaan BBM tidak harus terjadi," kata Manahara.
Politisi Demokrat ini mengatakan, kelangkaan BBM bersubsidi tersebut akan berdampak pada aspek ekonomi masyarakat. Dan pemerintah seharusnya memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Jangan sampai kondisi ini berdampak negatif dan menambah beban rakyat," ujarnya.
Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan rapat internal untuk memanggil Pertamina guna meminta kejelasan kondisi yang terjadi saat ini.
"Saya minta masalah ini dibicarakan di tingkat komisi minta pihak Pertamina memberikan penjelasan dan solusinya agar kelangkaan BBM bisa segera diatasi," cakapnya.
Sebelumnya Gubernur Riau Syamsuar juga menegaskan akan memanggil PT Pertamina untuk mempertanyakan soal mulai sulitnya masyarakat mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis premium.
"Nanti saya cek terkait ini (premium) sulit dicari," kata Gubri Syamsuar kepada wartawan, Selasa (15/10/2019).
Gubri juga sempat heran mendengar informasi terkait langka premium di Pekanbaru khususnya dan Riau umumnya. Karena sampai saat ini ia belum mendapat laporan tersebut.
"Kalau masyarakat di mana? Nanti kami panggil PT Pertamina. (Kapan) Kan melalui telefon bisa juga untuk memastikan suplay (premium) ada," ujarnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Waspada Modus Kuras Rekening, Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Bahaya Tautan APK Bodong
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
Waspada Modus Kuras Rekening, Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Bahaya Tautan APK Bodong
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru