PILIHAN
Pesawat CASSA untuk Hujan Buatan di Riau Bakal Dioperasikan hingga Bulan Depan
PEKANBARU, Riauin.com - Pengoperasian pesawat CASSA di Riau dalam upaya menciptakan hujan buatan dengan teknologi modifikasi cuaca akan berlangsung sebulan lamanya. Pesawat ini didatangkan sejak bulan ini, September dan akan 'bermarkas di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru hingga Oktober nanti.
"Datangnya pesawat CASSA ini bulan September awal, sampai Oktober 2019 mendatang (1 bulan). Juga nantinya akan disesuaikan pada kebutuhannya," kata Kepala Dinas Operasi (Kadispor) Kolonel PBB Jajang Setiawan, kepada wartawan, Senin (16/9/2019) pagi.
Menurut Jajang, hadirnya pesawat CASSA 212 Viocar di Lanud Roesmin Nurjadin, sebagai salah satu upaya pencegahan kebakaran lahan di wilayah Provinsi Riau yang kini masih dilanda kemarau panjang. Dengan adanya pesawat itu, diharap dapat memberikan harapan bagi ribuan jiwa masyarakat Kota Pekanbaru sekitar.
"Selagi masih dibutuhkan oleh masyarakat dalam modifikasi cuaca (hujan buatan,red), pesawat ini tetap bertahan, sehingga bisa berikan pencerahan kehidupan yang baru untuk menekan kabut asap," kata Jajang.
Diketahui, pesawat CASA tipe 212 Viocar, merupakan hasil perbantuan dari kordinasi Panglima TNI.
"Selain CASA, ada juga pesawat yang membawa flyer. Tapi kondisnya saat ini masih dalam tahap perawatan (pemeliharaan, red) di daerah Curut. Kita harap segera mungkin selesai, sehingga dapat kembali beroperasi dalam misinya," imbuh Jajang. (int/nol)
"Datangnya pesawat CASSA ini bulan September awal, sampai Oktober 2019 mendatang (1 bulan). Juga nantinya akan disesuaikan pada kebutuhannya," kata Kepala Dinas Operasi (Kadispor) Kolonel PBB Jajang Setiawan, kepada wartawan, Senin (16/9/2019) pagi.
Menurut Jajang, hadirnya pesawat CASSA 212 Viocar di Lanud Roesmin Nurjadin, sebagai salah satu upaya pencegahan kebakaran lahan di wilayah Provinsi Riau yang kini masih dilanda kemarau panjang. Dengan adanya pesawat itu, diharap dapat memberikan harapan bagi ribuan jiwa masyarakat Kota Pekanbaru sekitar.
"Selagi masih dibutuhkan oleh masyarakat dalam modifikasi cuaca (hujan buatan,red), pesawat ini tetap bertahan, sehingga bisa berikan pencerahan kehidupan yang baru untuk menekan kabut asap," kata Jajang.
Diketahui, pesawat CASA tipe 212 Viocar, merupakan hasil perbantuan dari kordinasi Panglima TNI.
"Selain CASA, ada juga pesawat yang membawa flyer. Tapi kondisnya saat ini masih dalam tahap perawatan (pemeliharaan, red) di daerah Curut. Kita harap segera mungkin selesai, sehingga dapat kembali beroperasi dalam misinya," imbuh Jajang. (int/nol)
Berita Lainnya
Pemko Pekanbaru Siapkan Sanksi Tahan TPP bagi ASN Penunggak Pajak
Kepala Sekolah di Pekanbaru Terancam Sanksi Pidana jika Curang dalam SPMB 2026
Akurasi Data Bansos Pekanbaru Rendah, Pemko Andalkan PIC Tingkat RW
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru
Pemko Pekanbaru Siapkan Sanksi Tahan TPP bagi ASN Penunggak Pajak
Kepala Sekolah di Pekanbaru Terancam Sanksi Pidana jika Curang dalam SPMB 2026
Akurasi Data Bansos Pekanbaru Rendah, Pemko Andalkan PIC Tingkat RW
Pemko Pekanbaru Mulai Putus Massal Kabel Jaringan Ilegal
Proyek Saluran Bawah Tanah di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Sepuluh Tim Medis Kawal Kepulangan Tiga Kloter Jemaah Haji di Bandara Pekanbaru