PILIHAN
Korban Hamil 7 Bulan
Polres Inhu Bongkar Prostitusi Anak Dibawah Umur
RENGAT, Riauin.com - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Indragiri Hulu (Inhu) mengamankan 6 orang tersangka yang diduga melakukan tindak pidana perlindungan anak.
6 Orang yang diamankan tersebut adalah perempuan berinisial LN yang berperan sebagai mucikari,
ADK, SKN, HDT, KLW dan STS yang berperan sebagai pria hidung belang atau penikmat seks anak dibawah umur.
Kapolres Indragiri Hulu AKBP Dasmin Ginting,S.IK melalui Ps.Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran menjelaskan, prostitusi anak di bawah umur terbongkar bermula saat orang tua korban, sebut saja namanya Melati, yang masih berumur 17 tahun melaporkan anaknya telah dihamili, kepada Polsek Lirik.
"Setelah melaui proses penyelidikan di Polsek kemudian kasus tersebut dikembangkan dan dilimpahkan ke Unit PPA Polres," jelas Humas, Selasa (3/9/2019).
Dari situ diketahui bahwa pada tahun 2017 Melati bertengkar dengan orang tuanya dan kabur dari rumah.
Ternyata Melari tinggal di rumah seorang yang atas nama LN di Desa Sekar Mawar selama 1 bulan. Saat itu Melati 'dijual' kepada tamu di tempat hiburan dan warung tuak di Sungai Lala.
LN diketahui menyuruh Melati melayani laki-laki hidung belang dengan biaya tarif antara Rp200.000 sampai Rp500.000. Setiap tamu yang membawa korban, LN mendapatkan Rp50.000 sampai Rp100.000 per tamu.
"Melati saat ini sedang hamil 7 bulan," jelasnya.(int/nol)
6 Orang yang diamankan tersebut adalah perempuan berinisial LN yang berperan sebagai mucikari,
ADK, SKN, HDT, KLW dan STS yang berperan sebagai pria hidung belang atau penikmat seks anak dibawah umur.
Kapolres Indragiri Hulu AKBP Dasmin Ginting,S.IK melalui Ps.Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran menjelaskan, prostitusi anak di bawah umur terbongkar bermula saat orang tua korban, sebut saja namanya Melati, yang masih berumur 17 tahun melaporkan anaknya telah dihamili, kepada Polsek Lirik.
"Setelah melaui proses penyelidikan di Polsek kemudian kasus tersebut dikembangkan dan dilimpahkan ke Unit PPA Polres," jelas Humas, Selasa (3/9/2019).
Dari situ diketahui bahwa pada tahun 2017 Melati bertengkar dengan orang tuanya dan kabur dari rumah.
Ternyata Melari tinggal di rumah seorang yang atas nama LN di Desa Sekar Mawar selama 1 bulan. Saat itu Melati 'dijual' kepada tamu di tempat hiburan dan warung tuak di Sungai Lala.
LN diketahui menyuruh Melati melayani laki-laki hidung belang dengan biaya tarif antara Rp200.000 sampai Rp500.000. Setiap tamu yang membawa korban, LN mendapatkan Rp50.000 sampai Rp100.000 per tamu.
"Melati saat ini sedang hamil 7 bulan," jelasnya.(int/nol)
Berita Lainnya
Tersandung Proyek Rp 600 Juta, Kadishub Siak Diperiksa Intensif
Jalur Laut Riau Masih Rawan, Sabu 8 Kilogram Asal Malaysia Diselundupkan Lewat Bengkalis
KPK Usut Keterkaitan Duit Suap Lahan Kuansing dengan Laporan Gratifikasi Menhut
Satresnarkoba Polres Pelalawan Amankan 2 Pengedar Sabu di Kuala Semundam, Total 2,83 Gram Disita
Dinilai Berbelit-belit dan Terima Aliran Dana Terbesar Jadi Alasan JPU KPK Tuntut Berat Abdul Wahid
Sita 12.000 Dollar Singapura, KPK Gali Peran Ketua DPRD dalam Kasus Bupati Kuansing
Tersandung Proyek Rp 600 Juta, Kadishub Siak Diperiksa Intensif
Jalur Laut Riau Masih Rawan, Sabu 8 Kilogram Asal Malaysia Diselundupkan Lewat Bengkalis
KPK Usut Keterkaitan Duit Suap Lahan Kuansing dengan Laporan Gratifikasi Menhut
Satresnarkoba Polres Pelalawan Amankan 2 Pengedar Sabu di Kuala Semundam, Total 2,83 Gram Disita
Dinilai Berbelit-belit dan Terima Aliran Dana Terbesar Jadi Alasan JPU KPK Tuntut Berat Abdul Wahid
Sita 12.000 Dollar Singapura, KPK Gali Peran Ketua DPRD dalam Kasus Bupati Kuansing