PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Sandiaga Isyaratkan Jadi Oposisi Pemerintahan Jokowi
Jakarta, Riauin.com -- Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno yang ikut berkontestasi dalam Pilpres 2019 mendampingi Prabowo Subianto mengisyaratkan akan menjadi oposisi terhadap pemerintahan terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.
Hal itu disampaikan Sandi dalam video yang duanggah di akun instagramnya, @sandiuno.
Sandi mulanya menyampaikan kekecewaanya atas kekalahan dalam Pilpres 2019 ini. Dia tak membantah bahwa dalam sebuah pemilihan tentu pihak yang tak terpilih akan merasa kecewa atas kekalahan yang dialami. Apalagi niat mereka sejak awal adalah benar-benar ingin membangun negara ke arah yang lebih baik.
"Karena kita sungguh-sungguh ingin berperan dalam membangun bangsa dan negara kita. Maka wajar saja kalau kita kecewa," kata Sandi seperti dikutip dari video di akun instagram miliknya, Senin (1/7).
Atas dasar itulah kata Sandi, dia pun tak akan berhenti berjuang untuk membangun Indonesia. Hanya saja perjuangan itu dalam bentuk yang berbeda meski tidak bergabung dalam pemerintahan.
"Perjuangan kita tidak berhenti sampai di sini dan perjuangan untuk memajukan bangsa dan negara tidak harus selalu dalam struktur pemerintahan," kata Sandi.
Menurut Sandi, sebuah pemerintahan dalam sistem demokrasi yang bersih tentu memerlukan unsur penyeimbang yang bertugas mengontrol jalannya pemerintahan.
Sebab jika tidak ada fungsi kontrol, pemerintahan akan berjalan tak seimbang.
"Yang terpilih akan memimpin pemerintahan. Yang tidak terpilih akan berperan sebagai mitra penyeimbang untuk menjaga jalannya pemerintahan ke depan," kata Sandi.
"Bila demokrasi ingin sehat harus ada perimbangan antara yang menjalankan pemerintahan dan yang mengontrol jalannya pemerintahan," lanjutnya.
Menurut dia, menjadi penyeimbang atau kontrol pemerintah di luar struktur pemerintahan bukan berarti dia tak ingin bersama-sama membangun negeri. Hal ini kata Sandi justru dilakukan karena ingin bersama-sama menjaga keutuhan bangsa meski berseberangan.
"Bila ada mekanisme saling cek saling kontrol dan saling mengingatkan maka Insyaallah jalannya pemerintahan akan baik dan makmur. Jalannya kehidupan bangsa dan negara akan terarah semata-mata mencapai tujuan awal, itulah semangat dan niat luhur yang harus kita jaga bersama," kata Sandi.(int/nol)
Hal itu disampaikan Sandi dalam video yang duanggah di akun instagramnya, @sandiuno.
Sandi mulanya menyampaikan kekecewaanya atas kekalahan dalam Pilpres 2019 ini. Dia tak membantah bahwa dalam sebuah pemilihan tentu pihak yang tak terpilih akan merasa kecewa atas kekalahan yang dialami. Apalagi niat mereka sejak awal adalah benar-benar ingin membangun negara ke arah yang lebih baik.
"Karena kita sungguh-sungguh ingin berperan dalam membangun bangsa dan negara kita. Maka wajar saja kalau kita kecewa," kata Sandi seperti dikutip dari video di akun instagram miliknya, Senin (1/7).
Atas dasar itulah kata Sandi, dia pun tak akan berhenti berjuang untuk membangun Indonesia. Hanya saja perjuangan itu dalam bentuk yang berbeda meski tidak bergabung dalam pemerintahan.
"Perjuangan kita tidak berhenti sampai di sini dan perjuangan untuk memajukan bangsa dan negara tidak harus selalu dalam struktur pemerintahan," kata Sandi.
Menurut Sandi, sebuah pemerintahan dalam sistem demokrasi yang bersih tentu memerlukan unsur penyeimbang yang bertugas mengontrol jalannya pemerintahan.
Sebab jika tidak ada fungsi kontrol, pemerintahan akan berjalan tak seimbang.
"Yang terpilih akan memimpin pemerintahan. Yang tidak terpilih akan berperan sebagai mitra penyeimbang untuk menjaga jalannya pemerintahan ke depan," kata Sandi.
"Bila demokrasi ingin sehat harus ada perimbangan antara yang menjalankan pemerintahan dan yang mengontrol jalannya pemerintahan," lanjutnya.
Menurut dia, menjadi penyeimbang atau kontrol pemerintah di luar struktur pemerintahan bukan berarti dia tak ingin bersama-sama membangun negeri. Hal ini kata Sandi justru dilakukan karena ingin bersama-sama menjaga keutuhan bangsa meski berseberangan.
"Bila ada mekanisme saling cek saling kontrol dan saling mengingatkan maka Insyaallah jalannya pemerintahan akan baik dan makmur. Jalannya kehidupan bangsa dan negara akan terarah semata-mata mencapai tujuan awal, itulah semangat dan niat luhur yang harus kita jaga bersama," kata Sandi.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK