PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Polisi Imbau Massa Tak ke KPU Saat Penetapan Presiden Terpilih
Jakarta, Riauin.com - Polisi mengimbau kepada warga untuk tidak datang ke gedung KPU saat penetapan presiden-wakil presiden terpilih Pilpres 2019. Polisi mengimbau agar menyaksikan proses penetapan di rumah melalui TV.
"Kita berharap massa nggak usah datang, nonton tv di rumah. Tapi tetap kita lakukan pengamanan," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, kepada detikcom, Sabtu (29/6/2019).
Polisi mengaku belum menerima surat pemberitahuan tentang pengerahan massa ke KPU saat penetapan presiden-wapres terpilih. Namun, polisi tetap melakukan penjagaan sesuai prosedur.
"Sampai sekarang belum ada informasi masuk. Kan hari minggu tidak boleh mengadakan kegiatan (demonstrasi), di UU 9 (tahun) 98 kan itu," kata Argo.
"Kalau ada masyarakat yang ingin kegiatan di muka umum, nanti akan didiskusikan anggota polisi, berkaitan lokasi, jumlah massa, korlap siapa. Sampai saat ini, belum kita terima. Tapi kita siapkan 47 ribu personel gabungan (seluruh DKI)," katanya.
Seperti diketahui, KPU akan melaksanakan pleno terbuka penetapan hasil pilpres 2019 hari ini. Pleno dilakukan untuk menetapkan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.
Sementara itu, di depan KPU, Jalan Imam Bonjol sudah ditutup kemarin malam. Hal ini untuk mengoptimalkan pengamanan di kawasan dan sekitar tersebut.
"Iya, malam ini. Sedang kita persiapkan," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan saat dihubungi detikcom, Sabtu (29/6/2019). (int/nol)
"Kita berharap massa nggak usah datang, nonton tv di rumah. Tapi tetap kita lakukan pengamanan," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, kepada detikcom, Sabtu (29/6/2019).
Polisi mengaku belum menerima surat pemberitahuan tentang pengerahan massa ke KPU saat penetapan presiden-wapres terpilih. Namun, polisi tetap melakukan penjagaan sesuai prosedur.
"Sampai sekarang belum ada informasi masuk. Kan hari minggu tidak boleh mengadakan kegiatan (demonstrasi), di UU 9 (tahun) 98 kan itu," kata Argo.
"Kalau ada masyarakat yang ingin kegiatan di muka umum, nanti akan didiskusikan anggota polisi, berkaitan lokasi, jumlah massa, korlap siapa. Sampai saat ini, belum kita terima. Tapi kita siapkan 47 ribu personel gabungan (seluruh DKI)," katanya.
Seperti diketahui, KPU akan melaksanakan pleno terbuka penetapan hasil pilpres 2019 hari ini. Pleno dilakukan untuk menetapkan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.
Sementara itu, di depan KPU, Jalan Imam Bonjol sudah ditutup kemarin malam. Hal ini untuk mengoptimalkan pengamanan di kawasan dan sekitar tersebut.
"Iya, malam ini. Sedang kita persiapkan," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan saat dihubungi detikcom, Sabtu (29/6/2019). (int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK