PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Rombongan Relawan Prabowo Bergerak dari Jatim ke Jakarta
Jakarta, Riauin.com -- Belasan ribu relawan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno asal Jawa Timur tengah dalam perjalanan menuju Jakarta. Mereka hendak menghadiri aksi Halalbihalal Akbar yang digelar Persaudaraan Alumni (PA) 212 untuk mengawal putusan sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).
Hal itu diutarakan cucu salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Wahab Hasbullah yaitu KH Solachul Aam Wahib Wahab atau Gus Aam. Ia bahkan mengatakan jumlah massa yang bergerak dari Jatim mencapai 11 ribu orang.
"Jadi Insyaallah sekitar 10 ribu dari PA 212, yang dari relawan (Prabowo-Sandi) Jatim ada 1000 orang, jadi totalnya 11 ribu orang," kata Gus Aam, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (24/6).
Gus Aam mengatakan massa aksi itu bertolak dari berbagai wilayah di Jatim sejak kemarin. Mereka menggunakan berbagai moda transportasi, dari bus, kereta hingga kendaraan pribadi.
Tak hanya para relawan, Gus Aam mengatakan sejumlah kiai asal Jatim sudah lebih dulu berangkat ke Jakarta, seperti dirinya yang telah tiba di Ibu Kota.
"Sudah banyak Kiai-kiai Jatim yang sudah di Jakarta, saya juga sudah di sini (Jakarta) untuk mengawali," kata Gus Aam, yang juga Ketua Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin (BKSN).
Ia menyebut keberangkatan massa tersebut dipastikan berlangsung aman dan kondusif tanpa ada pencegahan dari aparat kepolisian, berbeda saat jelang pengumuman hasil pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 21-22 Mei lalu.
Gus Aam mengatakan pihaknya akan melakukan aksi damai melalui halalbihalal dan memanjatkan doa di depan Gedung MK. Ia juga menyebut tak akan ada aksi-aksi yang dapat memicu kerusuhan.
"Ya, enggak (rusuh) kita yang penting saling menjaga aja, menjaga kemungkinan-kemungkaran, kami juga kepenginnya aksi damai, halalbihalal dengan relawan-relawan yang lain, kami juga akan duduk sambil berdoa di sana, jadi kalau ada yang berdiri itu bukan dari kami," kata dia.
Doa bersama nantinya, kata Gus Aam, ditujukan untuk mendoakan para Hakim MK agar bisa memberikan keputusan sengketa pilpres ini sesuai dengan kebenaran dan hati nuraninya.
"Kami hanya berharap mudah-mudahan Allah memberikan bimbingan, memberikan kekuatan, keberanian, dan perlindungan kepada Hakim MK, agar beliau bisa menegakkan kebenaran keadilan sehingga hasil dari keputusannya itu betul-betul dari hatinya," kata dia.
Kendati demikian, Gus Aam mengaku pihaknya akan menerima segala keputusan Hakim MK. Apapun hasilnya nanti harus diterima, karena menurutnya hal itu sudah suratan dari Allah.
"Ya, intinya kami sudah berusaha, mudah-mudahan saja, tinggal Allah yang menentukan, bahwasanya keputusan dari Allah kita harus terima dengan lapang dada, kita sih sudah berdoa semua," ujarnya.
Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) juga telah mempercepat pembacaan putusan sengketa pilpres yang diajukan Prabowo-Sandi. Dari jadwal yang semula 28 Juni, maju menjadi 27 Juni 2019.(int/nol)
Hal itu diutarakan cucu salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Wahab Hasbullah yaitu KH Solachul Aam Wahib Wahab atau Gus Aam. Ia bahkan mengatakan jumlah massa yang bergerak dari Jatim mencapai 11 ribu orang.
"Jadi Insyaallah sekitar 10 ribu dari PA 212, yang dari relawan (Prabowo-Sandi) Jatim ada 1000 orang, jadi totalnya 11 ribu orang," kata Gus Aam, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (24/6).
Gus Aam mengatakan massa aksi itu bertolak dari berbagai wilayah di Jatim sejak kemarin. Mereka menggunakan berbagai moda transportasi, dari bus, kereta hingga kendaraan pribadi.
Tak hanya para relawan, Gus Aam mengatakan sejumlah kiai asal Jatim sudah lebih dulu berangkat ke Jakarta, seperti dirinya yang telah tiba di Ibu Kota.
"Sudah banyak Kiai-kiai Jatim yang sudah di Jakarta, saya juga sudah di sini (Jakarta) untuk mengawali," kata Gus Aam, yang juga Ketua Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin (BKSN).
Ia menyebut keberangkatan massa tersebut dipastikan berlangsung aman dan kondusif tanpa ada pencegahan dari aparat kepolisian, berbeda saat jelang pengumuman hasil pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 21-22 Mei lalu.
Gus Aam mengatakan pihaknya akan melakukan aksi damai melalui halalbihalal dan memanjatkan doa di depan Gedung MK. Ia juga menyebut tak akan ada aksi-aksi yang dapat memicu kerusuhan.
"Ya, enggak (rusuh) kita yang penting saling menjaga aja, menjaga kemungkinan-kemungkaran, kami juga kepenginnya aksi damai, halalbihalal dengan relawan-relawan yang lain, kami juga akan duduk sambil berdoa di sana, jadi kalau ada yang berdiri itu bukan dari kami," kata dia.
Doa bersama nantinya, kata Gus Aam, ditujukan untuk mendoakan para Hakim MK agar bisa memberikan keputusan sengketa pilpres ini sesuai dengan kebenaran dan hati nuraninya.
"Kami hanya berharap mudah-mudahan Allah memberikan bimbingan, memberikan kekuatan, keberanian, dan perlindungan kepada Hakim MK, agar beliau bisa menegakkan kebenaran keadilan sehingga hasil dari keputusannya itu betul-betul dari hatinya," kata dia.
Kendati demikian, Gus Aam mengaku pihaknya akan menerima segala keputusan Hakim MK. Apapun hasilnya nanti harus diterima, karena menurutnya hal itu sudah suratan dari Allah.
"Ya, intinya kami sudah berusaha, mudah-mudahan saja, tinggal Allah yang menentukan, bahwasanya keputusan dari Allah kita harus terima dengan lapang dada, kita sih sudah berdoa semua," ujarnya.
Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) juga telah mempercepat pembacaan putusan sengketa pilpres yang diajukan Prabowo-Sandi. Dari jadwal yang semula 28 Juni, maju menjadi 27 Juni 2019.(int/nol)
Berita Lainnya
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK
Beredar Kabar Bupati Kuansing Nonaktif Bakal Bongkar Dugaan Pungutan PPPK Miliaran Rupiah ke KPK
Menyilangkan Faksi di Hari Merdeka: Rekonsiliasi Politik Kuansing di Lapangan Limuno
PLN UPT Pekanbaru Gelar Simulasi Tanggap Darurat Objek Vital Nasional Sambut Masa Siaga Kemerdekaan RI ke-81
Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Siak Depan Taman Singapura
Polisi Masuk Gedung Dewan: Jejak Gelap APBD Kuansing 2025 Mulai Diurai
Validasi Teriakan Aktivis dari Balik Sel: Skandal APBD Kuansing Akhirnya Diusut KPK