• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Polres Kuansing Usut Dugaan Korupsi Anggaran Setwan TA 2025, 11 Anggota Dewan Dipanggil
16 September 2026
Pemkab Kuansing Tak Liburkan Sekolah di Tengah Kabut Asap, Masker Diwajibkan
16 September 2026
Penyidikan Suap APBD Kuansing 2017 Mangkrak, Aktivis dan Warga Pelototi Kejari
16 September 2026
Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
14 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026

  • Home

Diduga Ungkap Rahasia Negara, Kantor Media Australia Digeledah Polisi

Redaksi
Sabtu, 08 Juni 2019 06:25:10 WIB
Cetak
Para pengacara ABC berbincang dengan sejumlah polisi yang merazia kantor redaksi
JAKARTA, Riauin.com - EPA Dua polisi berdiri di depan pintu masuk kantor redaksiABC di Sydney, Australia.

Razia polisi di kantor redaksi Australian Broadcasting Corp (ABC) menuai kecaman dari sejumlah media dan kelompok advokasi hak asasi manusia.

Sejumlah polisi tiba di kantor redaksi ABC di Sydney dengan membawa surat penggeledahan yang mencantumkan nama dua wartawan dan direktur pemberitaan.

BBC merilis pernyataan yang menyebut insiden penggeledahan itu "amat bermasalah".

Tindakan kepolisian Australia tidak berhenti di situ. Aparat dilaporkan juga menggerebek rumah seorang wartawan News Corp.

Aliansi jurnalis di Australia mengatakan dua tindakan polisi tersebut mencerminkan "pola penyerangan yang mengganggu kebebasan pers Australia". Beberapa serikat dan kelompok advokasi HAM juga mengecam aksi itu.

Dalam pernyataannya, Direktur Pelaksana ABC, David Anderson, mengatakan razia polisi "mengangkat kekhawatiran mengenai kebebasan pers".

"ABC membela wartawan-wartawannya, akan melindungi semua narasumber, dan terus melaporkan tanpa takut atau demi membela isu intelijen dan keamanan nasional ketika jelas-jelas ada kepentingan publik.:

Direktur pemberitaan ABC News, Gaven Morris, membela dua wartawan yang namanya dicantumkan dalam surat penggeledahan.

Mengapa razia dilakukan?

Aksi polisi berkaitan dengan artikel-artikel mengenai dugaan perbuatan buruk pasukan Australia di Afghanistan.

Menurut ABC, razia ditujukan pada seri investigasi tahun 2017 yang dikenal dengan sebutan 'The Afghan Files'.

Seri investigasi tersebut "mengungkap dugaan pembunuhan ilegal dan perbuatan buruk pasukan khusus Australia di Afghanistan".

Disebutkan ABC, seri investigasi itu "didasarkan pada ratusan halaman dokumen rahasia yang dibocorkan kepada ABC".

Kepolisian Federal Australia mengatakan surat penggeledahan di kantor ABC berkaitan dengan "dugaan penerbitan materi rahasia" dan itu "berkorelasi dengan arahan yang diterima pada 11 Juli 2017 dari Kepala Pasukan Pertahanan dan yang saat itu menjabat pelaksana tugas Menteri Pertahanan".

ABC News Para pengacaraABC berbincang dengan sejumlah polisi yang merazia kantor redaksi lembaga penyiaran Australia itu. Surat penggeledahan memberi kewenangan kepada polisi untuk mengakses email, catatan, naskah, draf, dan dokumen-dokumen lain.

Seri 'The Afghan Files' diterbitkan ABC pada 10 Juli 2017.

Adapun penggeledahan di rumah wartawan Annika Smethurst pada Selasa (4/6) berkaitan dengan laporanya pada 2018 mengenai rencana pemerintah Australia untuk memata-matai warganya sendiri.

Kepolisian mengatakan surat perintah razia di kediaman Smethurst terhubung dengan "dugaan menerbitkan informasi yang dikategorikan secara resmi sebagai rahasia".

Kepolisian menambahkan, razia di kantor ABC dan kediaman Smethurst tidak saling bertalian.

Kesamaan kedua peristiwa adalah: "Keduanya diduga menerbitkan materi rahasia yang berlawanan dengan ketentuan Undang-Undang Pidana 1914. Hal itu sangat serius yang berpotensi mengancam keamanan nasional Australia".

Kepolisian mengklaim mereka "selalu independen dan tidak memihak".

Wartawan ABC, John Lyons, yang mencuit secara langsung kejadian penggeledahan itu, mengatakan kepolisian menelisik 9.214 dokumen di dalam jaringan ABC satu per satu, termasuk ribuan email internal ABC".

Insiden berikutnya, Ben Fordham selaku penyiar stasiun radio 2GB, mengaku pemerintah sedang menyelidiki bagaimana dia memperoleh informasi mengenai enam perahu berisi para pencari suaka yang baru-baru ini berupaya mencapai Australia.

"Peluang saya mengungkap narasumber-narasumber saya adalah nol. Tidak hari ini, tidak besok, pekan depan, atau bulan depan. Tiada harapan itu bisa terjadi," kata Fordham.

BBC menghubungi Kementerian Dalam Negeri Australia untuk meminta respons. Seorang juru bicara tidak mau mengonfirmasi atau membantah penyelidikan itu pernah terjadi.
Bagaimana reaksi atas rangkaian peristiwa ini?

Rangkaian razia ini menuai kecaman dari sejumlah media dan lembaga advokasi HAM.

Penggeledahan kediaman Smethurst ditanggapi News Corp Australia dengan kemarahan. Perusahaan media multinasional yang dimiliki konglomerat Rupert Murdoch, menyebut razia itu "keterlaluan" dan "tindakan intimidasi yang berbahaya".

News Corp mengatakan hak publik untuk mendapat informasi diabaikan oleh pemerintah Australia.

Peter Greste, direktur Aliansi Kebebasan Jurnalis, menyebut kalangan Australia yang menjunjung kebebasan pers akan risau dengan razia-razia ini.

Greste, seorang mantan wartawan Al Jazeera, menyamakan tindakan pemerintah Australia dengan aksi pemerintah Mesir yang memenjarakannya pada 2013 atas tuduhan membahayakan keamanan nasional.

"Kejadian ini mungkin bisa terjadi di negara otoriter, tapi bukan di negara demokrasi," sebut Reporters Without Borders di Twitter.
Apa latar belakangnya?

Rangkaian penggeledahan ini terjadi setelah Australia memberlakukan aturan mengenai tindakan mata-mata, tahun lalu. Saat itu, kalangan pembela HAM mengatakan aturan tersebut dapat dipakai untuk menyasar wartawan dan whisteblower.

EPA Direktur EksekutifABC, John Lyons (kanan), diikuti oleh seorang personel Kepolisian Federal Australia.

Menanggapi razia terhadap ABC dan rumah wartawan di Canberra, Perdana Menteri Scott Morrison mengaku dirinya menyokong kebebasan pers. Tapi, "saya tidak pernah terganggu ketika hukum kita ditegakkan".

Partai Buruh selaku partai oposisi meminta Menteri Dalam Negeri, Peter Dutton, menjelaskan tindakan penggeledahan itu, seperti yang dilansir dari detik.

Dutton mengaku baru mendapat informasi setelah penggerebekan berlangsung.

"Seperti semua warga Australia, saya meyakini kebebasan pers," kata Dutton.

"Kami punya aturan serta perlindungan untuk kebebasan pers serta kami juga punya aturan serta undang-undang untuk melindungi keamanan nasional Australia," tutupnya. (int/nol)




[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam

Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi

Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta

Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara

Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing

Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam

Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi

Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta

Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara

Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pemkab Kuansing Tak Liburkan Sekolah di Tengah Kabut Asap, Masker Diwajibkan
  • 2 Penyidikan Suap APBD Kuansing 2017 Mangkrak, Aktivis dan Warga Pelototi Kejari
  • 3 Pertamina Garansi Subsidi BBM Aman dari Fluktuasi Minyak Dunia
  • 4 Ketua DPRD Riau Terima Aspirasi KSPSI, Soroti 8 Isu Krusial dalam RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
  • 5 Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
  • 6 Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
  • 7 Imbas Kabut Asap, Sekolah di Pekanbaru Terapkan Belajar Jarak Jauh
  • 8 Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
  • 9 BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time
Terkini +INDEKS

Polres Kuansing Usut Dugaan Korupsi Anggaran Setwan TA 2025, 11 Anggota Dewan Dipanggil

16 September 2026
Perkuat Sentra Budaya, Pemprov Riau Fasilitasi Kantor UPT Kemenbud
16 September 2026
Amankan Wilayah dari Narkoba, Polres Bengkalis Musnahkan Sabu Sitaan Rp68 Miliar
16 September 2026
Antisipasi Titik Api Baru, BPBD Pekanbaru Gencarkan Patroli Lahan
16 September 2026
Peralatan Digital Nasional Mangkrak di Riau, Sekda Minta PLN Percepat Listrik Masuk Sekolah
16 September 2026
Lahan Terbakar di Inhu Capai 150 Hektare, 566 Personel Gabungan Dikerahkan
16 September 2026
Diskes Siak Siapkan 119 Ribu Masker Usai Kasus ISPA Melonjak Lagi
16 September 2026
Lampu Jalan Mati di 5 Kecamatan, PJU Pekanbaru Lumpuh Disatroni Maling
16 September 2026
Ancaman Krisis Kelapa Bayangi Riau di Tengah Melimpahnya Produksi Sawit
16 September 2026
Pemkab Kuansing Tak Liburkan Sekolah di Tengah Kabut Asap, Masker Diwajibkan
16 September 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved