Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
Peralatan Digital Nasional Mangkrak di Riau, Sekda Minta PLN Percepat Listrik Masuk Sekolah
RIAUIN.COM - Sejumlah peralatan digitalisasi pendidikan bantuan pemerintah pusat di berbagai sekolah di Riau terancam tak bisa digunakan akibat belum tersambungnya jaringan listrik. Pemerintah Provinsi Riau kini memfokuskan program listrik perdesaan untuk mengatasi ketimpangan infrastruktur energi pada sarana pendidikan tersebut.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi menegaskan bahwa kebutuhan listrik saat ini sudah bergeser dari sekadar penerangan rumah tangga menjadi penopang utama pelayanan publik dasar.
“Sekolah memang menjadi perhatian. Ada beberapa sekolah di kabupaten/kota kita yang sudah menerima program nasional berupa panel datar interaktif, yang memang membutuhkan listrik,” ujar Syahrial Abdi dalam pertemuan bersama PT PLN di Pekanbaru, Rabu (16/9/2026).
Syahrial Abdi menyesalkan adanya pembangunan yang berjalan sektoral. Ia menolak kondisi di mana fasilitas umum atau bantuan perumahan masyarakat sudah berdiri, tetapi mangkrak tanpa akses energi.
“Jangan sampai sudah mendapatkan program rumah, tetapi rumahnya tidak ada listrik. Oleh karena itu, kebutuhan listrik harus kita pastikan menjadi bagian dari perencanaan,” kata Syahrial Abdi menegaskan.
Guna menyelesaikan persoalan ini, Pemprov Riau meminta pemerintah kabupaten dan kota segera merampungkan pemetaan lokasi. Data kebutuhan dari daerah nantinya akan disingkronkan secara berjenjang dengan pemerintah pusat dan PLN.
General Manager PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepulauan Riau Didik Wicaksono menyambut terbuka sinergi ini. Didik Wicaksono mengakui kelancaran proyek elektrifikasi di pelosok Riau sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penyiapan lahan dan kelengkapan administrasi.
“PLN menyadari bahwa kelancaran dan keberhasilan pembangunan listrik perdesaan tidak bisa kami pikul sendiri. PLN tidak meyakini bisa berjalan sendiri,” kata Didik Wicaksono.
Dalam skema penanganannya, PLN dan Pemprov Riau menyiapkan dua opsi penarikan energi. Wilayah yang terjangkau akan mendapatkan perluasan jaringan distribusi konvensional. Sementara itu, untuk daerah bergeografis ekstrem dan terisolasi, penyediaan listrik akan mengandalkan opsi alternatif berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal maupun mandiri. (Bil)
Berita Lainnya
Perkuat Sentra Budaya, Pemprov Riau Fasilitasi Kantor UPT Kemenbud
Lahan Terbakar di Inhu Capai 150 Hektare, 566 Personel Gabungan Dikerahkan
Ancaman Krisis Kelapa Bayangi Riau di Tengah Melimpahnya Produksi Sawit
BMKG Ingatkan Cuaca Kering di Inhu Usai Terdeteksi 84 Hotspot
Sumsel Sumbang 4.169 Hotspot Sumatera, BMKG Identifikasi 115 Titik Panas di Riau
Harga Kernel Naik Tak Mampu Tahan Anjloknya TBS Sawit Swadaya Riau Jadi Rp3.912/Kg
Perkuat Sentra Budaya, Pemprov Riau Fasilitasi Kantor UPT Kemenbud
Lahan Terbakar di Inhu Capai 150 Hektare, 566 Personel Gabungan Dikerahkan
Ancaman Krisis Kelapa Bayangi Riau di Tengah Melimpahnya Produksi Sawit
BMKG Ingatkan Cuaca Kering di Inhu Usai Terdeteksi 84 Hotspot
Sumsel Sumbang 4.169 Hotspot Sumatera, BMKG Identifikasi 115 Titik Panas di Riau
Harga Kernel Naik Tak Mampu Tahan Anjloknya TBS Sawit Swadaya Riau Jadi Rp3.912/Kg