PILIHAN
"Waduh" Limbah Medis Puskesmas Alah Air Di Simpan Dalam Gudang
Meranti, Riauin.com - Limbah medis padat UPT Puskesmas Alahair yang seharusnya dimusnahkan, ternyata hingga saat ini masih tersimpan di dalam gudang rumah penjaga Puskesmas. Parahnya, penyimpanan ini sudah berlangsung sekitar tiga tahun.
Limbah padat yang masih tersimpan tersebut meliputi jarum bekas suntikan, sisa suntik dan berbagai macam sisa bungkus obat-obatan
Kepala UPT Puskesmas Alahair, Dr Sista, ketika ditemui wartawan, mengakui hal tersebut. Menurutnya tindakan yang mereka lakukan tidak salah.
“Limbah padat yang belum kita tanam dari tahun 2016 lalu, kita simpan di gudang rumah penjaga UPT,†akunya kepada media ini,Selasa (07/05/2019).
Saat ditanya, jika selama itu tidak dieksekusi apakah limbah padat tidak berpengaruh buruk terhadap lingkungan sekitarnya. Dr. Sista didampingi Hamidah bagian Farmasi UPT Puskesmas Alahair hanya menjawab, penanganan itu sudah lama mereka lakukan.
“Memang seperti itu, sementara kita simpan menggunakan safety box dan kita tanam tiga tahun sekali, lagian kita kan gedung baru, jadi belum kita tanam,†ujarnya.
Selaras dengan itu, awak media sempat meminta pihak UPT Puskesmas menunjukkan dimana lokasi penimbunan limbah padat. Namun, mereka spontan menyebutkan lokasi limbah padat di timbun tepat di bawah gedung UPT Puskesmas yang baru saja dibangun tahun 2018 silam.
“Tempat penimbunannya di bawah gedung yang baru dibangun ini,†akunya spontan.
Disinggung, apakah alat pembakar limbah (Incenerator, red) difungsikan, Dr Sista mengakui, izin pengoperasian itu tidak ada.
“Incenerator tidak kita fungsikan, karena izinnya belum ada,†cetusnya.(Syah)
Limbah padat yang masih tersimpan tersebut meliputi jarum bekas suntikan, sisa suntik dan berbagai macam sisa bungkus obat-obatan
Kepala UPT Puskesmas Alahair, Dr Sista, ketika ditemui wartawan, mengakui hal tersebut. Menurutnya tindakan yang mereka lakukan tidak salah.
“Limbah padat yang belum kita tanam dari tahun 2016 lalu, kita simpan di gudang rumah penjaga UPT,†akunya kepada media ini,Selasa (07/05/2019).
Saat ditanya, jika selama itu tidak dieksekusi apakah limbah padat tidak berpengaruh buruk terhadap lingkungan sekitarnya. Dr. Sista didampingi Hamidah bagian Farmasi UPT Puskesmas Alahair hanya menjawab, penanganan itu sudah lama mereka lakukan.
“Memang seperti itu, sementara kita simpan menggunakan safety box dan kita tanam tiga tahun sekali, lagian kita kan gedung baru, jadi belum kita tanam,†ujarnya.
Selaras dengan itu, awak media sempat meminta pihak UPT Puskesmas menunjukkan dimana lokasi penimbunan limbah padat. Namun, mereka spontan menyebutkan lokasi limbah padat di timbun tepat di bawah gedung UPT Puskesmas yang baru saja dibangun tahun 2018 silam.
“Tempat penimbunannya di bawah gedung yang baru dibangun ini,†akunya spontan.
Disinggung, apakah alat pembakar limbah (Incenerator, red) difungsikan, Dr Sista mengakui, izin pengoperasian itu tidak ada.
“Incenerator tidak kita fungsikan, karena izinnya belum ada,†cetusnya.(Syah)
Berita Lainnya
Arus Balik di Pelabuhan Selatpanjang Melonjak Dua Kali Lipat pada H+1 Lebaran
Perayaan Imlek di Meranti, Festival Perang Air Cian Cui Perkuat Pariwisata dan Keberagaman
Festival Perang Air Meranti Masuk Kalender KEN 2026, Digelar 17-22 Februari
Bantan Jadi Jalur Transit Narkoba? Nelayan dan Tokoh Masyarakat Serukan Aksi Tegas
Perempuan Melayu Kabupaten Meranti Gelar Halal Bihalal
Jelang Mudik Lebaran, Satpolairud Polres Meranti Cek Kelayakan Kapal Penumpang
Arus Balik di Pelabuhan Selatpanjang Melonjak Dua Kali Lipat pada H+1 Lebaran
Perayaan Imlek di Meranti, Festival Perang Air Cian Cui Perkuat Pariwisata dan Keberagaman
Festival Perang Air Meranti Masuk Kalender KEN 2026, Digelar 17-22 Februari
Bantan Jadi Jalur Transit Narkoba? Nelayan dan Tokoh Masyarakat Serukan Aksi Tegas
Perempuan Melayu Kabupaten Meranti Gelar Halal Bihalal
Jelang Mudik Lebaran, Satpolairud Polres Meranti Cek Kelayakan Kapal Penumpang