RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mendeteksi sebanyak 19 titik panas atau hotspot yang tersebar di wilayah Riau hingga Kamis (8/10/2026). Kemunculan titik panas ini memperkuat potensi kekaburan udara akibat asap yang membayangi sebagian besar daerah, termasuk Kota Pekanbaru.
Sebaran hotspot paling banyak berada di Kuantan Singingi dengan total 15 titik. Sisanya masing-masing terdeteksi satu titik di Siak, Indragiri Hulu, Rokan Hilir, dan Kota Dumai. Sementara itu, total titik panas di seluruh Pulau Sumatera mencapai 4.845 titik yang didominasi oleh Sumatera Selatan sebanyak 3.847 titik.
Peramal cuaca BMKG Pekanbaru, Yasir Prayuna, menjelaskan bahwa fenomena kekaburan udara diprakirakan akan menyelimuti wilayah Riau sepanjang hari.
"Dalam prakiraan cuaca BMKG, kekaburan akibat asap berpotensi terjadi sejak pagi hingga dini hari. Pada pagi hari, cuaca diprakirakan cerah berawan dengan potensi kekaburan akibat asap," ujar Yasir Prayuna.
Ia menambahkan, kondisi ini terus berlanjut hingga siang, sore, malam, dan dini hari. Kendati demikian, potensi hujan ringan hingga sedang tetap ada di beberapa wilayah seperti Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Siak, Dumai, dan Pekanbaru.
"Sementara pada dini hari, udara masih berpotensi mengalami kekaburan akibat asap dengan kondisi berawan," tambahnya.
Dampak dari kondisi ini berimbas langsung pada kualitas udara di Kota Pekanbaru. Pada pagi hari, konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat berada di rentang 164,6 hingga 215,5 µg/m³ dengan puncak tertinggi terjadi pada rentang tengah malam hingga pagi. Angka tersebut memasukkan kualitas udara Pekanbaru dalam kategori Sangat Tidak Sehat.
BMKG turut mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang di Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Bengkalis, dan Siak. Suhu udara di Riau berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan 45 hingga 90 persen, serta kecepatan angin dari arah tenggara mencapai 10 hingga 40 kilometer per jam. Adapun gelombang perairan Riau terpantau aman pada kategori rendah, yakni 0,5 hingga 1,25 meter.
Mengingat kondisi pencemaran yang cukup tinggi, warga diminta waspada saat beraktivitas di luar rumah.
"Dengan konsentrasi PM2.5 yang masih berada pada kategori Sangat Tidak Sehat dan potensi kekaburan akibat asap yang masih berlangsung, masyarakat diimbau tetap memperhatikan kondisi udara, terutama sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan," imbau BMKG. (Bil)