Kanal

Lahan Terbakar di Riau Tembus 16 Ribu Hektare, Bengkalis dan Pelalawan Terluas

RIAUIN.COM - Kumulatif luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau telah mencapai 16.264,84 hektare hingga Sabtu (22/8/2026). Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan mencatatkan area terdampak paling luas dalam bencana ini.

Berdasarkan data laporan harian, Bengkalis mencatat kerusakan lahan terbesar hingga 8.407,40 hektare dengan 3.880 titik panas (hotspot) BMKG dan 54 titik api (fire spot). Sementara itu, Pelalawan menyusul dengan luas lahan terbakar mencapai 4.629,39 hektare, 2.563 hotspot, dan 25 fire spot.

Kepala BPBD Riau Edy Afrizal mengungkapkan bahwa area di Kerumutan, Pelalawan, saat ini menjadi fokus utama karena apinya paling sulit dikendalikan.

"Yang agak besar di Kerumutan. Yang lainnya sudah tinggal asap-asap tipis dan lagi dilakukan pendinginan," kata Edy.

Edy menjelaskan, tim gabungan di lapangan menghadapi berbagai hambatan fisik saat berusaha memadamkan kobaran api, terutama di area vegetasi kering.

"Akses sulit, sumber air minim, bahan bakar potensial banyak, angin kencang," jelasnya mengenai kendala penanganan di lokasi.

Selain dua daerah tersebut, karhutla menyebar di sepuluh kabupaten dan kota lain:

Indragiri Hilir (872,02 hektare)

Dumai (556,01 hektare)

Indragiri Hulu (535,22 hektare)

Rokan Hilir (452,53 hektare)

Siak (314,77 hektare)

Kepulauan Meranti (202,42 hektare)

Kampar (126,46 hektare)

Kuantan Singingi (68,98 hektare)

Pekanbaru (67,18 hektare)

Rokan Hulu (32,46 hektare)

Secara keseluruhan, Riau telah mendeteksi 10.242 hotspot dan 509 fire spot. Dalam pembaruan harian terkini, tercatat penambahan 72 hotspot baru dengan perluasan lahan terbakar sekitar 9,27 hektare.

Tim terpadu yang terdiri dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemadam kebakaran, serta regu penanggulangan kebakaran (RPK) perusahaan swasta terus disiagakan. Petugas saat ini memfokuskan tindakan pada pemadaman di 10 titik serta pendinginan di delapan titik asap guna mencegah munculnya titik api baru. (*)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler