RIAUIN.COM– Pemerintah Provinsi Riau menganugerahkan penghargaan kepada 10 tokoh pejuang yang dinilai berjasa dalam meletakkan fondasi pembangunan daerah. Penghargaan tersebut diserahkan kepada para ahli waris sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya menjaga sejarah perjuangan para tokoh Riau agar tetap dikenang generasi penerus.
Penyerahan penghargaan berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Riau dalam rangka Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau, Minggu (9/8/2026). Penghargaan diserahkan Ketua DPRD Riau Kaderismanto bersama jajaran Wakil Ketua DPRD Riau dan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.
Kaderismanto mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah memberikan dedikasi dan pemikiran bagi terbentuknya Provinsi Riau. Menurutnya, pembangunan yang dinikmati masyarakat saat ini tidak terlepas dari perjuangan para tokoh terdahulu.
“Bersempena Hari Jadi ke-69 Riau ini juga, kita semua memberikan penghormatan dan penghargaan kepada pejuang Riau terdahulu,” kata Kaderismanto.
Dia menilai momentum Hari Jadi Riau tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengingat kembali sejarah perjuangan para tokoh yang telah memberikan kontribusi bagi daerah. Apalagi, sebagian besar tokoh yang dianugerahi penghargaan tersebut telah berpulang sehingga penghargaan diterima oleh ahli waris.
“Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa apa yang kita nikmati hari ini tidak terlepas dari perjuangan dan pemikiran para pendahulu. Semangat dan nilai perjuangan mereka harus terus kita wariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Adapun 10 tokoh pejuang yang menerima penghargaan tersebut yakni Abdullah Nur, Ahmad Maulana, Tuan Syekh Imam Sabar Al-Kholodi Naqsyabandi dan Tuan Syekh Imam Usman bin Syekh H. Imam Sabar Al-Kholidi Naqsyabandi.
Selanjutnya, Sinmardi Taman (Pek Sing Tjong), Syed Zein Al-Jufri (T Pangeran Kesuma Dilaga), Abdul Razak Ardi, Abdul Manaf bin Taher, H. Amir Hoesin Attan dan Tengku Manayur Chalid.
Penganugerahan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk penghormatan simbolis, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga ingatan sejarah perjuangan daerah. Generasi penerus diharapkan dapat mengenal kontribusi para tokoh sekaligus melanjutkan semangat pengabdian mereka dalam membangun Riau. -vie