Kanal

Waspadai Cuaca Ekstrem dan Karhutla, BMKG Deteksi Hujan Lebat Serta Titik Panas di Riau

RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru memetakan dua ancaman cuaca sekaligus yang berpotensi melanda wilayah Provinsi Riau pada Rabu (29/7/2026). Selain ancaman hujan lebat disertai angin kencang saat malam hari, munculnya sejumlah titik panas hotspot di daerah ini juga mulai diantisipasi agar tidak memicu kebakaran hutan dan lahan.

Petugas Prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Deby C menyebutkan bahwa kondisi atmosfer Riau saat ini sangat dinamis. Momen cerah pada siang hari berpotensi berganti menjadi kondisi ekstrem saat memasuki malam hingga dini hari.

"Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada malam hingga dini hari serta menghindari aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan," ujar Deby C dalam keterangannya, Rabu.

Berdasarkan data pemantauan satelit hingga Rabu malam, sebanyak tujuh titik panas terdeteksi di wilayah Riau. Sebarannya meliputi Kota Dumai sebanyak tiga titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Kampar, Bengkalis, Indragiri Hilir, dan Kuantan Singingi. Temuan ini menjadi bagian dari total 406 titik panas yang tersebar di seluruh Pulau Sumatera.

Di sisi lain, potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang diprediksi akan mengguyur lima wilayah utama pada malam hingga dini hari, yakni Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Siak, dan Kota Dumai.

Sebelum potensi cuaca buruk melanda pada malam harinya, wilayah Riau sejatinya didominasi cuaca cerah berawan dari pagi hingga sore hari. Meski begitu, hujan berskala ringan tetap berpeluang turun secara lokal di sebagian wilayah Kepulauan Meranti, Pelalawan, dan Indragiri Hilir pada siang hari.

Secara teknis, suhu udara di Riau berada pada rentang 23 hingga 34 derajat celsius dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 98 persen. Pergerakan angin bertiup dari tenggara menuju barat daya dengan kecepatan rata-rata 10 hingga 30 kilometer per jam.

Sementara itu, sektor perairan di wilayah Riau dilaporkan masih berada dalam kondisi aman untuk aktivitas pelayaran.

"Tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah," kata Deby C.

BMKG terus mengingatkan warga untuk tidak mengabaikan perubahan cuaca mendadak dan selalu memperbarui informasi kondisi atmosfer terkini melalui saluran resmi guna menekan risiko bencana. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler