Kanal

Riau Puncaki Realisasi Investasi di Sumatera pada Triwulan II-2026

RIAUIN.COM - Provinsi Riau mengukuhkan posisinya sebagai magnet investasi terbesar di Pulau Sumatera sepanjang triwulan II-2026 (periode April–Juni). Aliran modal lokal atau Penanaman Modal Dalam Negeri menjadi penopang utama lonjakan capaian investasi di wilayah bumi lancang kuning ini.

Berdasarkan data yang dirilis pada Kamis (23/7/2026), realisasi investasi Riau tercatat menyentuh angka Rp 20,23 triliun. Angka ini melonjak 59,62 persen jika dibandingkan dengan periode April–Juni tahun 2025 yang tercatat Rp 12,67 triliun. Bila disandingkan dengan triwulan I-2026 yang sebesar Rp 12,85 triliun, angka perolehan tersebut melesat 57,42 persen.

Capaian ini menempatkan Riau di posisi teratas se-Sumatera dalam perolehan total modal gabungan, melampaui Kepulauan Riau sebesar Rp 16,60 triliun, Sumatera Selatan Rp 14 triliun, Sumatera Utara Rp 9,50 triliun, dan Lampung Rp 7,40 triliun. Pada skala nasional, Riau berada di urutan kedelapan, di mana posisi tiga besar diduduki DKI Jakarta (Rp 94,90 triliun), Jawa Barat (Rp 61,30 triliun), dan Jawa Timur (Rp 40,10 triliun).

Dominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) begitu terasa dengan porsi menyumbang 77 persen atau senilai Rp 15,56 triliun dari total investasi Riau. Angka PMDN ini menempatkan Riau di peringkat pertama se-Sumatera dan peringkat kelima secara nasional. Adapun Penanaman Modal Asing (PMA) mencatatkan porsi 23 persen dengan nilai 282,92 juta dollar AS atau setara Rp 4,67 triliun, membuat Riau berada di peringkat ketiga di Sumatera serta urutan ke-14 nasional.

Sektor tersier menjadi penggerak utama pertumbuhan ini dengan menyerap dana investasi sebesar Rp 11,73 triliun atau 58 persen. Sektor primer menyumbang Rp 6,26 triliun (31 persen), dan sektor sekunder sebesar Rp 2,24 triliun (11 persen). Dari total keseluruhan nilai investasi yang masuk, tercipta sebanyak 8.354 proyek usaha baru di wilayah Riau.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau Vera Angelika OK mengungkapkan bahwa lompatan pertumbuhan modal hingga mendekati 60 persen ini menjadi bukti makin solidnya tingkat kepercayaan para pelaku usaha terhadap kepastian berinvestasi di Riau.

"Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa Riau semakin dipercaya sebagai daerah tujuan investasi. Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan agar investasi yang masuk semakin besar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Vera Angelika OK di Pekanbaru, Kamis.

Ia menekankan bahwa pemangkasan birokrasi, kemudahan perizinan, dan kolaborasi antarpemerintah dengan entitas bisnis menjadi kunci keberhasilan daerahnya dalam menjaring investor. Langkah evaluasi atas data realisasi ini akan terus dilakukan untuk memperkuat strategi penarikan modal di masa depan.

"Data realisasi investasi ini menjadi salah satu indikator penting untuk melihat efektivitas kebijakan yang telah dijalankan, sekaligus menjadi dasar dalam menyusun strategi peningkatan investasi pada periode berikutnya," kata Vera Angelika OK.

Pihak otoritas perizinan Riau pun memproyeksikan iklim positif ini akan terjaga konsistensinya hingga penutupan tahun anggaran 2026 melalui kerja sama erat bersama pemerintah kabupaten dan kota setempat.

"Harapannya, investasi yang terus tumbuh tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi daerah, tetapi juga menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Riau," tuturnya. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler