RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru terus berupaya mengoptimalkan penanganan limbah domestik dengan memperkuat peran kelembagaan di tingkat tapak. Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru, pemerintah daerah memberikan apresiasi khusus bagi puluhan lembaga lokal guna memacu efektivitas pengangkutan dan pemilahan sampah langsung dari lingkungan warga.
Langkah ini menjadi krusial mengingat volume produksi sampah di Ibu Kota Provinsi Riau ini terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Pemeringkatan dan evaluasi terhadap performa lembaga swadaya tersebut dilakukan secara ketat untuk memetakan wilayah yang memiliki manajemen lingkungan terbaik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra menjelaskan bahwa proses penilaian performa ini menyasar puluhan lembaga yang tersebar di berbagai kelurahan. Evaluasi lapangan yang berlangsung sepanjang medio Juni 2026 tersebut dibagi ke dalam tiga kluster utama berdasarkan kepadatan dan jumlah populasi yang dilayani.
"Kami membagi kategori penilaian mulai dari skala kecil untuk layanan di bawah seribu jiwa, skala sedang, hingga skala besar yang cakupan layanannya di atas tiga ribu penduduk. Dari total 83 lembaga yang aktif di Pekanbaru, sebanyak 30 instansi berhasil masuk dalam tahap penilaian intensif," kata Reza saat diwawancarai pada Selasa (14/7/2026).
Berdasarkan hasil evaluasi komprehensif tersebut, Lembaga Pengelola Sampah Sidomulyo Timur yang berada di bawah naungan Kecamatan Marpoyan Damai keluar sebagai juara umum. Lembaga ini dinilai paling konsisten dan efektif dalam mengorganisasi pengangkutan limbah rumah tangga di wilayahnya. Sebagai bentuk apresiasi tinggi, perwakilan dari pengelola kawasan ini dianugerahi hadiah utama berupa ibadah umrah.
Selain menyabet gelar juara umum, kelompok dari Sidomulyo Timur juga menduduki posisi pertama untuk kategori wilayah berkepadatan sedang. Pada klasifikasi ini, peringkat kedua dan ketiga masing-masing ditempati oleh utusan dari Kelurahan Tirta Siak dan Kelurahan Limbungan Baru.
Reza menambahkan, insentif tidak hanya diberikan kepada juara umum. Pemerintah daerah membagikan kendaraan roda tiga motor pengangkut sampah (bentor) untuk menunjang operasional harian para pemenang pertama di tiap kategori. Sementara itu, bagi pengelola yang menempati posisi kedua dan ketiga, pemerintah menyalurkan stimulus berupa uang pembinaan.
"Untuk kategori layanan skala besar, efisiensi kerja terbaik diraih oleh pengelola dari Kelurahan Delima, yang disusul oleh utusan Binawidya di posisi kedua serta Umban Sari di tempat ketiga," ujar Reza.
Sementara itu, untuk klasifikasi wilayah dengan populasi kecil, performa terbaik ditunjukkan oleh pengelola dari Bumi Agro di Kelurahan Agrowisata. Posisi berikutnya ditempati oleh unit pengelola dari Padang Terubok dan Suma Bersih yang berada di peringkat ketiga.
Seluruh penghargaan dan fasilitas penunjang kerja tersebut telah diserahkan secara simbolis oleh Walikota Pekanbaru Agung Nugroho. Penyerahan hadiah tersebut dilaksanakan bertepatan dengan momentum perayaan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru pada 23 Juni 2026 lalu. Pemko Pekanbaru berharap stimulus ini dapat memotivasi kelurahan lain di Riau untuk lebih mandiri dan inovatif dalam mengelola kebersihan lingkungan secara swadaya. (Bil)