RIAUIN.COM - Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau memperketat pengawasan darat dan udara guna mengantisipasi munculnya titik api baru. Langkah ini diambil tepat setelah tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran di dua lokasi di Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, pada Selasa (30/6/2026).
Meskipun situasi di Kelurahan Sekip Hilir dan Sungai Raya sudah relatif aman dari kobaran api besar, otoritas terkait menegaskan bahwa potensi kerawanan masih tinggi akibat faktor cuaca. Oleh karena itu, penurunan intensitas kebakaran tidak lantas membuat pengawasan di lapangan dikendurkan.
Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim serta Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengungkapkan bahwa proses pemadaman di Sekip Hilir yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut telah membuahkan hasil. Asap pekat yang sempat membubung kini mulai mengurai.
"Kondisi di lapangan saat ini sudah jauh lebih kondusif dan tinggal menyisakan kepulan asap tipis. Kami menargetkan proses penuntasan bara api di area tersebut bisa rampung sepenuhnya besok," kata Ferdian, Selasa pagi di Pekanbaru.
Sementara itu, untuk wilayah Sungai Raya, tim gabungan telah berhasil mengisolasi seluruh perimeter kebakaran pada hari kedua operasi. Upaya pemadaman kini beralih ke tahap pembasahan total atau mopping up untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi di dalam gambut yang berpotensi menyala kembali.
Ferdian menjelaskan, keberhasilan mengendalikan situasi ini merupakan buah dari sinergi yang solid di lapangan. Operasi tersebut melibatkan Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta Regu Pemadam Kebakaran perusahaan, dengan dukungan dua helikopter pengebom air (water bombing).
"Dukungan penuh dari Satgas Udara lewat helikopter water bombing sangat krusial, terutama dalam menjangkau titik-titik api yang sulit ditembus oleh personel di jalur darat," ujar Ferdian menambahkan.
Kendati dua titik tersebut telah berhasil dijinakkan, Satgas Karhutla Riau tetap menyiagakan personel secara penuh. Patroli rutin secara berkala terus ditingkatkan untuk memitigasi risiko pembukaan lahan secara ilegal yang kerap memicu bencana kabut asap.
"Kami mengimbau masyarakat secara tegas agar tidak membersihkan atau membuka lahan dengan metode membakar. Upaya pencegahan sejak dini jauh lebih utama dan efektif dibandingkan harus melakukan penanggulangan saat api sudah meluas," kata Ferdian menegaskan. (Bil)