RIAUIN.COM - Sektor pajak makanan dan minuman di Kota Pekanbaru, Riau, mencatat lonjakan signifikan sebesar 32 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Angka pertumbuhan yang tinggi ini dipicu oleh bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis yang menggerakkan rantai pasok kuliner dan aktivitas ekonomi lokal secara masif.
Peningkatan realisasi pada sektor pajak tersebut sekaligus mendongkrak capaian Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kota Pekanbaru secara keseluruhan. Otoritas setempat mencatat, total PAD yang sebelumnya tertahan di angka Rp 800 miliar kini melesat hingga menyentuh Rp 1,2 triliun.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho dalam keterangannya kepada media di Pekanbaru, Selasa (23/6/2026), menjelaskan bahwa program pemenuhan gizi nasional tersebut memberikan efek berganda bagi perekonomian hilir di daerah. Perputaran uang dari pengadaan konsumsi massal ini langsung mengalir ke sektor retribusi dan pajak daerah.
Agung Nugroho mengungkapkan, geliat ekonomi dari program ini terbukti membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga setempat serta memperluas pangsa pasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Kekhawatiran mengenai penurunan omzet pedagang kecil di lingkungan pendidikan akibat pembagian makanan gratis juga tidak terbukti di lapangan.
Berdasarkan pantauan pemerintah daerah, aktivitas transaksi di kantin-kantin sekolah tetap berjalan normal. Para siswa terpantau masih aktif membeli kebutuhan penunjang lain seperti camilan dan minuman ringan, sehingga ekosistem usaha di sekolah tidak terganggu.
Pemerintah Kota Pekanbaru berharap stimulus ekonomi yang bersumber dari program-program nasional seperti ini dapat terus konsisten. Keberlanjutan perputaran modal di tingkat akar rumput dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas kesejahteraan warga sekaligus memperkuat postur kemandirian fiskal daerah ke depan. (Bil)