RIAUIN.COM - Aparat Kepolisian Resor Pelalawan memperketat pengawasan di jalur lintas timur Sumatera menyusul aksi perampokan brutal yang menyasar kantor pembayaran tandan buah segar kelapa sawit di Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Riau. Polisi kini tengah melacak jejak pelaku yang membawa kabur uang puluhan juta rupiah setelah menganiaya karyawan secara sadis.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pelalawan AKP Bayu Ramadhan Efendi menyatakan bahwa tim opsnal sudah dikerahkan ke lapangan untuk mengumpulkan alat bukti dan menyisir rute pelarian pelaku. Fokus penyelidikan saat ini diarahkan pada analisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi dan memeriksa sejumlah saksi guna mengidentifikasi pelaku.
Peristiwa kriminalitas di wilayah perkebunan Riau ini terungkap saat korban bernama Putriani Tamba mengirimkan foto dirinya yang terluka parah melalui pesan singkat kepada rekan kerjanya pada Rabu (17/6/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Dua rekan kerja korban, Agung Pratama dan Harun Effendi, yang bergegas menuju lokasi di Jalan Lintas Timur KM 43 Desa Kiyap Jaya langsung meminta bantuan warga sekitar karena mendapati kantor dalam kondisi terkunci dari luar.
Saat pintu berhasil dibuka, saksi menemukan ruangan kasir sudah dipenuhi bercak darah. Korban yang berusia 25 tahun tersebut ditemukan di atas meja dalam kondisi setengah sadar akibat menderita 22 luka tusuk di bagian kepala, pundak, dan perut, sebelum akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Pangkalan Kerinci untuk mendapatkan pertolongan darurat.
Pihak manajemen PT Malika Putri Tunggal melaporkan kerugian materi berupa uang tunai sebesar Rp76.184.860 yang raib dari brankas kantor. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, tim identifikasi Polres Pelalawan menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, termasuk sebuah gunting, dua buah obeng berlumuran darah, kipas angin yang rusak, serta kunci brankas perusahaan.
Aksi kejahatan dengan kekerasan di jalur logistik utama Riau ini memicu perhatian serius dari pihak kepolisian. Bayu Ramadhan Efendi menegaskan bahwa jajarannya berkomitmen penuh untuk segera mengungkap motif di balik penyerangan ini dan memastikan situasi keamanan di kawasan sentra ekonomi kelapa sawit Pelalawan tetap kondusif. (*)