Kanal

Respon Permintaan Daerah, Pemprov Riau Alihkan Operasi Pasar ke Rohul

RIAUIN.COM - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu menggandeng Badan Usaha Milik Daerah PT Riau Pangan Bertuah untuk menggelar operasi pasar murah khusus di wilayahnya sepanjang pekan ini. Langkah ini diambil melalui skema pengucuran subsidi langsung dari pemerintah daerah agar komoditas pangan dapat disalurkan ke masyarakat di bawah Harga Eceran Tertinggi atau HET.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Riau Tetty Nurdianti menjelaskan bahwa intervensi pasar yang biasanya tersebar di lima titik kabupaten dan kota setiap hari, kali ini akan dipusatkan sepenuhnya di Rokan Hulu. Pergeseran fokus ini menindaklanjuti permintaan resmi dari pemerintah kabupaten setempat demi menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi logistik.

Direktur BUMD PT Riau Pangan Bertuah Ade Putra Daulay mengonfirmasi bahwa penayangan program pangan murah ini dipicu oleh surat resmi dari Bupati Rokan Hulu. Dengan adanya sokongan dana subsidi dari pemkab, harga jual berbagai komoditas di tingkat konsumen dapat ditekan secara signifikan dibandingkan harga normal di pasar tradisional.

Berdasarkan jadwal pelaksanaan, operasi pasar akan dimulai pada Selasa, 9 Juni 2026, bertempat di halaman Kantor Camat Ujung Batu. Selanjutnya, tim jenuh pangan akan bergeser ke halaman Kantor Camat Rokan IV Koto pada Rabu, 10 Juni 2026, dan berakhir di halaman Kantor Camat Kabun pada Kamis, 11 Juni 2026.

Masyarakat yang ingin memanfaatkan program ini diimbau untuk datang mulai pukul 09.00 WIB dengan menjaga ketertiban antrean. Selain itu, warga juga diminta membawa kantong belanja mandiri guna mendukung gerakan pengurangan limbah plastik sekali pakai. Tim penyalur dijadwalkan kembali ke Pekanbaru pada Jumat, 12 Juni 2026, sehingga aktivitas pasar murah di daerah luar ibu kota ditiadakan pada hari tersebut.

Dalam operasi pasar kali ini, pasokan komoditas dijual dengan rincian harga bahan pokok yang sudah tersubsidi. Beras kemasan CML lima kilogram dijual seharga Rp68.000, sementara beras kualitas premium dengan ukuran sama dipatok Rp70.000. Untuk kebutuhan dapur lainnya, minyak goreng Minyakita dilepas seharga Rp14.000 per liter, minyak goreng premium Rp20.000 per liter, gula pasir Rp16.000 per kilogram, dan tepung terigu Rp11.000 per kilogram.

Selain itu, komoditas protein seperti telur ayam dapat ditebus seharga Rp45.000 per papan. Pihak BUMD juga menyediakan bawang putih seharga Rp24.000 per kilogram, serta pasokan cabai merah keriting, bawang merah, dan kentang yang seluruhnya dilepas ke masyarakat dengan harga di bawah standar pelonjakan tingkat petani. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler