Kanal

Rohul Sumbang Titik Panas Terbanyak di Riau Saat Cuaca Ekstrem Mengintai

RIAUIN.COM - Sebanyak 18 titik panas masih terdeteksi di Provinsi Riau meskipun jumlahnya telah turun drastis dari hari sebelumnya yang mencapai 60 titik. Dari sebaran yang ada, wilayah Kabupaten Rokan Hulu menjadi penyumbang titik panas terbanyak di tengah peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Berdasarkan data pemantauan Stasiun Meteorologi Pekanbaru pada Senin pagi, penurunan jumlah titik panas ini sejalan dengan masih tingginya potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa koridor daerah. Di Pulau Sumatera sendiri, total ada 94 titik panas yang terpantau, di mana Sumatera Selatan mendominasi dengan 41 titik, disusul Aceh 13 titik, Riau 18 titik, dan Lampung 6 titik.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Pekanbaru Anggun R memaparkan bahwa 18 titik panas di Riau saat ini terkonsentrasi di lima wilayah. Selain Rokan Hulu yang mencatatkan 10 titik panas, sebaran lainnya berada di Kabupaten Siak dengan 3 titik, Bengkalis 2 titik, Indragiri Hulu 2 titik, dan Pelalawan dengan 1 titik panas.

Meskipun titik panas menyusut, warga diimbau tetap siaga menghadapi potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang. Cuaca ekstrem tersebut diproyeksikan melanda sebagian Kabupaten Rokan Hulu, Bengkalis, Rokan Hilir, Kampar, Indragiri Hilir, hingga Kota Dumai pada waktu malam menjelang dini hari.

Sejak pagi hari, kondisi atmosfer di Bumi Lancang Kuning cenderung berawan dengan dominasi udara kabur. Namun, memasuki siang dan sore hari, hujan berintensitas ringan hingga sedang diprediksi mulai membasahi sebagian wilayah Kampar, Bengkalis, Pelalawan, dan Indragiri Hilir sebelum akhirnya meluas ke area lain seperti Pekanbaru dan Rokan Hilir pada malam hari.

Adapun dinamika suhu udara sepanjang hari ini diperkirakan bergerak pada rentang 23 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara menuju barat dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 36 kilometer per jam.

Sementara itu, kondisi di sektor maritim dinilai masih cukup kondusif untuk transportasi laut. Tinggi gelombang di seluruh perairan Riau diprediksi berada pada kategori rendah, yakni berkisar antara 0,5 meter hingga 1,25 meter, sehingga aman bagi aktivitas pelayaran harian maupun nelayan lokal. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler