RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru mendesak Pemerintah Provinsi Riau dan instansi terkait untuk segera membangun sistem drainase di sepanjang ruas Jalan Soekarno Hatta. Langkah ini dinilai mendesak guna memutus rantai banjir tahunan yang kerap merendam kawasan pemukiman di Sidomulyo Barat.
Ketiadaan saluran air di jalan nasional tersebut mengakibatkan debit air hujan langsung meluap ke pemukiman warga tanpa adanya hambatan atau pengalihan arus. Kondisi ini bahkan telah memicu dampak fatal, termasuk insiden warga terseret arus saat hujan deras melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menegaskan bahwa status jalan yang merupakan aset nasional membuat pemerintah kota memiliki keterbatasan kewenangan. Pihaknya kini terus mendorong sinergi dengan Pemprov Riau serta Balai Pelaksana Jalan Nasional agar alokasi anggaran pembangunan drainase sisi kiri dan kanan jalan segera direalisasikan.
"Kita sudah berulang kali menyampaikan melalui provinsi dan balai jalan untuk pembangunan parit jalan ini. Fokusnya mulai dari area Pasar Pagi Arengka hingga menjangkau kawasan Perumahan Sidomulyo," ujar Markarius Anwar di Pekanbaru, Selasa (14/4/2026).
Pembangunan infrastruktur pengendali air ini diproyeksikan dapat mengurangi volume limpasan air secara signifikan sebelum masuk ke anak sungai di wilayah Sidomulyo. Selama ini, absennya drainase memicu tumpahan air yang tidak terkendali ke wilayah rendah, sehingga penanganan banjir di Kecamatan Marpoyan Damai menjadi tidak optimal.
Pemerintah Kota Pekanbaru kini berharap intervensi dari Kementerian Pekerjaan Umum dapat segera dilakukan melalui koordinasi dengan Gubernur Riau. Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar untuk mengatasi persoalan banjir yang telah berlangsung lama dan mengancam keselamatan warga setempat.
Terkait peristiwa tragis yang merenggut nyawa Aryadi Garsidi akibat terseret arus parit yang meluap pada pekan lalu, Pemko Pekanbaru kembali menekankan bahwa ketersediaan saluran air yang representatif tidak bisa lagi ditunda. Penataan kembali aliran air di sepanjang jalur utama kota menjadi prioritas utama guna mencegah jatuhnya korban jiwa di masa mendatang. (Bil)