Kanal

BPBD Riau Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Padamkan 21 Titik Api

RIAUIN.COM - Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau mengintensifkan operasi udara guna memutus rantai penyebaran api di sejumlah wilayah kabupaten dan kota. Hingga Selasa (31/3/2026), satu unit helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat telah melepaskan sedikitnya 2,45 juta liter air ke lokasi kebakaran.

Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar Riau Jim Gafur mengungkapkan, helikopter tersebut telah melakukan 11 sortie dengan total 545 kali pengeboman air. Langkah ini diambil terutama untuk menjangkau titik api yang sulit diakses oleh tim pemadam darat.

"Penanganan dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dan udara agar titik api tidak semakin meluas," ujar Jim Gafur mewakili Kepala BPBD dan Damkar Riau Edy Afrizal di Pekanbaru.

Selain pemadaman air, pemerintah juga melakukan upaya preventif melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Menggunakan satu unit pesawat BNPB, petugas telah menyemaikan 4.000 kilogram garam (NaCl) dalam empat kali sortie untuk memancing hujan buatan di wilayah terdampak.

Berdasarkan pantauan terkini, terdapat 21 titik api (firespot) yang tersebar di lima wilayah. Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan konsentrasi api terbanyak, yakni delapan titik yang berlokasi di Desa Sukarjo Mesim, Pergam, Teluk Lecah, hingga Titi Akar. Di wilayah ini, petugas terpaksa mengerahkan alat berat untuk membuat sekat bakar guna mencegah api merambat ke lahan gambut yang lebih dalam.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Pelalawan. Tiga titik api dengan kepulan asap tebal masih aktif di Desa Merbau (Kecamatan Bunut), Desa Pulau Muda (Kecamatan Teluk Meranti), dan Desa Teluk Dalam (Kecamatan Kuala Kampar).

"Petugas gabungan di lapangan hingga saat ini masih terus berupaya melakukan pemadaman di lokasi-lokasi tersebut," tambah Jim.

Sementara itu, di beberapa wilayah lain, intensitas kebakaran mulai menunjukkan penurunan. Di Kota Dumai, dari lima titik yang terpantau, mayoritas telah dinyatakan padam total, termasuk di wilayah Kelurahan Mundam dan Bagan Besar Timur. Petugas kini fokus melakukan pendinginan di Kelurahan Tanjung Palas yang masih menyisakan asap tipis.

Situasi terkendali juga dilaporkan di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. Meski titik api di Desa Sekip Hilir dan Desa Bekawan masih mengeluarkan asap, tim di lapangan memastikan api sudah tidak lagi merambat dan masuk dalam tahap pengawasan intensif.

Dalam operasi ini, BNPB dan Kementerian Kehutanan juga menyiagakan dua unit helikopter patroli untuk memantau pergerakan asap secara rutin guna memastikan respons cepat jika muncul titik api baru. (Bil)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler