RIAUIN.COM - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus berlanjut. Hingga saat ini, tim gabungan masih berjibaku melokalisasi api di lima titik yang tersebar di Kabupaten Indragiri Hilir, Bengkalis, dan Kampar.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Damkar Riau Jim Gafur menyatakan bahwa seluruh personel di lapangan tengah fokus pada proses pemadaman sekaligus pendinginan area. Langkah ini diambil untuk memastikan api tidak kembali muncul dari permukaan lahan yang terbakar.
"Terdapat lima lokasi yang masih ditangani. Tiga titik berada di Kabupaten Indragiri Hilir, sementara Bengkalis dan Kampar masing-masing menyumbang satu titik," kata Jim Gafur di Pekanbaru.
Berdasarkan data BPBD, konsentrasi titik api di Indragiri Hilir berada di Kelurahan Tanjung Pidada (Kecamatan Tempuling), Desa Simpang Gaung (Kecamatan Gaung), dan Desa Tagagiri Tama Jaya (Kecamatan Pelangiran). Sementara itu, satu titik api terpantau di Desa Sukarjo Mesim (Kecamatan Rupat, Bengkalis) dan satu titik lainnya di Desa Rimbo Panjang (Kecamatan Tambang, Kampar).
Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) saat ini sepenuhnya mengandalkan jalur darat. Keterbatasan akses dan kondisi lahan menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan.
Terkait dukungan dari udara, Jim Gafur mengungkapkan bahwa helikopter pengebom air (water bombing) bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum tiba di Riau.
"Saat ini pemadaman masih manual melalui jalur darat. Bantuan helikopter dari pusat masih dalam tahap persiapan dan belum beroperasi di wilayah Riau," ujarnya.
Mengingat Riau mulai memasuki musim kemarau, risiko perluasan kebakaran kian meningkat. Karakteristik lahan yang mengering membuat api sangat mudah menjalar dalam waktu singkat. Pemerintah daerah kembali memperingatkan warga agar meninggalkan praktik pembersihan lahan dengan cara dibakar.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan api. Kondisi cuaca saat ini sangat rentan, kebakaran kecil bisa dengan cepat menjadi tidak terkendali," pungkas Jim Gafur. (Bil)