RIAUIN.COM - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan upaya mitigasi konflik setelah seekor harimau sumatera terpantau masuk ke kawasan permukiman di Desa Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Satwa dilindungi tersebut terekam kamera pemantau (CCTV) milik warga saat melintas di lingkungan RT 014 RW 014 pada Jumat (6/2/2026) malam.
Kepala BBKSDA Riau Supartono menjelaskan bahwa laporan mengenai kemunculan harimau tersebut diterima pada Senin (9/2/2026). Tim dari Resort Siak segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan bersama aparat Babinsa dan warga setempat.
"Menindaklanjuti laporan tersebut, tim turun ke lokasi untuk melakukan mitigasi konflik dan mengidentifikasi keberadaan satwa di sekitar area permukiman," kata Supartono di Pekanbaru.
Berdasarkan keterangan saksi mata bernama Nurisam, kecurigaan muncul saat ia hendak menyalakan lampu kandang kambing sekitar pukul 20.00 WIB. Ia melihat bayangan mencurigakan di kegelapan. Nurisam kemudian memanggil anaknya, Yuda, sebelum bayangan tersebut bergerak menjauh ke arah semak belukar.
Hasil pemeriksaan di lokasi menunjukkan adanya sejumlah jejak kaki satwa di sekitar kandang kambing milik warga. Keberadaan harimau semakin diperkuat oleh rekaman CCTV milik Dewi, warga lain yang tinggal tidak jauh dari lokasi pertama.
"Dalam rekaman CCTV, satwa terlihat melintas pukul 21.30 WIB menuju arah barat laut atau ke kawasan perkebunan PT Eks Darpari. Berdasarkan analisis visual, satwa tersebut diperkirakan merupakan harimau berusia remaja menuju dewasa," tutur Supartono.
Selain terekam kamera, harimau tersebut diduga sempat memangsa hewan ternak milik warga bernama Nanang sekitar pukul 22.30 WIB. Nanang melaporkan kehilangan dua ekor ayam dan seekor anak kucing. Di sekitar rumahnya, petugas menemukan jejak kaki harimau berukuran sekitar 12 sentimeter serta ceceran bulu ayam.
Untuk memantau pergerakan satwa secara lebih akurat, BBKSDA Riau telah menambah jumlah kamera jebak (camera trap) di titik-titik strategis sejak 7 Februari. Petugas juga menggunakan pesawat nirawak (drone) guna memetakan posisi satwa dari udara.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat di Desa Benteng Hulu untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari. Warga diminta tidak melakukan aktivitas sendirian di luar rumah saat jam aktif satwa dan memastikan hewan ternak berada di dalam kandang yang tertutup rapat.
"Kami meminta warga segera melapor melalui nomor call center 0813-7474-2981 jika kembali melihat keberadaan satwa tersebut agar tindakan penanganan bisa segera diambil," pungkas Supartono. (Bil)