RIAUIN.COM - Tim dokter spesialis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau berhasil mengeluarkan sebuah paku sepanjang 5 sentimeter dari saluran pernapasan seorang pasien laki-laki berusia 52 tahun. Penanganan medis dilakukan melalui tindakan bronkoskopi tanpa prosedur bedah.
Dokter Spesialis Paru RSUD Arifin Achmad dr Nori Purnama SpP menjelaskan bahwa kasus ini tergolong langka dalam dunia medis. Menurutnya, pihak rumah sakit lebih sering menangani kasus benda asing berupa jarum pentul, kacang, atau kancing baju yang tidak sengaja terhirup.
"Ini cukup langka karena yang masuk adalah paku. Pasien merupakan rujukan dari RSUD Puri Husada Tembilahan, Indragiri Hilir," ujar Nori Purnama, Rabu (4/2/2026).
Peristiwa tersebut bermula pada 26 Januari lalu saat pasien sedang memperbaiki kamar anaknya. Berdasarkan pengakuan pasien, ia sempat menyisipkan paku di mulut. Namun, ia terpeleset sehingga paku tersebut tidak sengaja terhirup hingga masuk ke saluran pernapasan.
Pasien kemudian mengeluhkan sesak napas dan perasaan mengganjal di bagian dada. Hasil pemeriksaan foto thorax di RSUD Arifin Achmad menunjukkan posisi paku yang tertahan di dalam paru-paru.
"Pasien mengalami kondisi tersedak (aspirasi), sehingga benda tersebut masuk ke saluran pernapasan, bukan ke saluran pencernaan," tambahnya.
Mengingat kondisi pasien yang cukup berat, tim dokter paru dan anestesi segera mengambil tindakan bronkoskopi dengan pembiusan total. Prosedur ini dipilih agar paku dapat dikeluarkan melalui saluran alami tanpa harus melakukan pembedahan atau pembukaan jaringan tubuh.
Pascatindakan, kondisi pasien dilaporkan telah stabil dan tidak lagi mengalami sesak napas. Saat ini, tim medis fokus pada masa pemulihan dengan pemberian antibiotik serta anti-radang. Pasien diprediksi dapat kembali ke rumah dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Nori Purnama mengimbau masyarakat untuk tidak membiasakan diri meletakkan benda kecil di mulut saat beraktivitas. Ia menyoroti kebiasaan remaja yang sering menggigit jarum pentul saat mengenakan jilbab maupun tukang bangunan yang menyisipkan paku di mulut.
"Risiko tersedak sangat tinggi, terutama jika dibarengi dengan berbicara atau bercanda. Kami mengimbau agar kebiasaan ini dihindari demi keselamatan," pungkasnya.
Saat ini, RSUD Arifin Achmad didukung oleh 10 dokter spesialis paru dengan fasilitas peralatan medis yang lengkap untuk menangani berbagai kasus gangguan pernapasan tanpa tindakan bedah invasif. (Bil)