RIAUIN.COM - Kepolisian Daerah Riau kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera Barat, khususnya Kecamatan Palembayan, Agam. Bantuan ini mencakup tim trauma healing, psikolog dari HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia), serta logistik, Rabu (3/12/2025).
Keberangkatan tim dan bantuan tahap kedua dilepas dari halaman Mapolda Riau. Pelepasan dipimpin Karoops Polda Riau Kombes Ino Harianto dan diawali dengan doa bersama.
“Rombongan ini akan bertugas di Palembayan, salah satu wilayah terdampak dengan jumlah korban terbanyak akibat longsor dan banjir bandang,” kata Kombes Ino, didampingi PJU Polda Riau.
Kombes Ino menekankan pentingnya dukungan psikologis di lapangan, mengingat banyak penyintas dari anak-anak hingga lansia mengalami trauma berat.
“Bencana ini meninggalkan luka mendalam. Tim trauma healing berangkat untuk membantu warga menemukan ketenangan dan kembali menjalani kehidupan normal,” ujarnya.
Tim yang dikirim terdiri dari personel Polda Riau, psikolog HIMPSI, relawan mahasiswa Universitas Riau, Universitas Islam Riau, serta akademisi Universitas Airlangga.
“Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan besarnya solidaritas masyarakat Riau bagi korban bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh,” kata Kombes Ino.
Data terbaru menunjukkan jumlah korban meninggal di Palembayan mencapai 141 orang, dengan 110 telah teridentifikasi. Sementara itu, 79 lainnya masih hilang dan pencarian terus dilakukan.
“Dengan jumlah korban sebesar itu, peran tenaga psikologis sangat krusial,” ujar Kombes Ino.
Selain tim psikologi, Polda Riau juga mengirim berbagai bantuan logistik, seperti sembako, toilet portabel dari PUPR Riau, tandon air bersih untuk desa-desa terisolasi, satu unit buldozer untuk membuka akses jalan, dan kontainer pendingin untuk jenazah yang belum teridentifikasi.
“Kebutuhan kontainer pendingin mendesak karena banyak jenazah yang belum dikenali keluarga. Penyimpanan yang layak penting hingga proses identifikasi selesai,” jelas Ino.
Sebelumnya, Polda Riau telah menurunkan tiga alat berat untuk membuka jalur yang tertimbun material longsor.
Total 42 personel diterjunkan dalam misi tahap kedua ini untuk memperkuat tim yang sudah berada di Sumatera Barat, mendukung evakuasi, pemulihan psikologis, dan distribusi bantuan.
“Ini misi kemanusiaan. Polisi hadir untuk masyarakat, membantu dalam situasi apa pun. Kami berharap pemulihan di Palembayan berlangsung lebih cepat dan menyeluruh,” tegas Kombes Ino.
Setiap bantuan yang dikirim telah disesuaikan kebutuhan lapangan melalui koordinasi rutin dengan Polda Sumatera Barat. “Tim terus menganalisis kebutuhan nyata penyintas setiap hari,” tambah Kombes Ino. (Bil)