RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau mendorong pemerintah kabupaten dan kota di daerah rawan banjir untuk segera menetapkan status siaga, menyusul meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan hingga kini belum ada laporan banjir dari daerah. Namun, melihat tren curah hujan yang terus naik, potensi bencana perlu diantisipasi sejak dini.
“Curah hujan di Riau sudah cukup tinggi beberapa hari terakhir. Kami mengimbau pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir maupun longsor,” ujar Edy, Jumat (28/11/2025).
Ia menambahkan, daerah yang telah melihat tanda-tanda potensi banjir diharapkan segera menetapkan status siaga darurat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Kabupaten dan kota yang memiliki potensi atau sudah terdampak sebaiknya segera mengajukan penetapan status. Jika daerah sudah menetapkan, provinsi akan menindaklanjuti,” kata Edy.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan yang sebelumnya muncul di beberapa wilayah Riau telah berhasil dipadamkan. Saat ini, tidak ada lagi titik api yang terdeteksi di provinsi tersebut.
Adapun status siaga darurat Karhutla di tingkat provinsi akan berakhir pada 30 November. Edy berharap kondisi tetap terkendali hingga masa status siaga selesai.
“Status siaga darurat Karhutla berakhir 30 November. Dengan hujan yang semakin sering turun, kami berharap situasi tetap aman,” ujarnya. (Bil)