Kanal

Rohul Masih Kekurangan 2300 Guru

PASIR PENGARAIAN, Riauin.com - Hingga saat ini Kabupaten Tokan Hulu (Rohul) masih kekurangan sebanyak 2300 guru. Demikian disampaikan Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Rohul Drs.H.Ibnu Ulya kamis (24/12) di Ruang kerjanya.

Disampaikannya peran guru merupakan hal yang paling penting didalam kehidupan Masyarakat Namun di Negeri Suluk Berpusaka Nan hijau, masih kekurangan guru pengajar.

"Kita masih kekurangan sekitar 2.300 guru, untuk Sekolah dasar (SD) dan Sekolah menengah pertama (SMP)," katanya,

Ulya  menambahkan, kekurangan tersebut sesuai dengan jumlah guru honor komite yang ada di Rohul berjumlah sekitar 2.300 orang, yang tersebar di seluruh kecamatan.

"Jumlah guru komite yang sebanyak 2.300 orang, itu lah kekurangan guru kita, jadi dimasukan pada honor komite dengan gaji ya bisa dibilang sangat rendah," terangnya.

Dijelaskanya, guru komite ini digaji melalui dana Biaya oprasional Sekolah (BOS) yang memang jumlah dana yang didapat tidaklah ‎sama dengan sekolah yang jumlah muridnya banyak.

Lebih lanjut dijelaskanya, yang saat ini menjadi permasalahan adalah kesejahteraan para guru honor, terlebih guru honor komite yang hanya dibayarkan setiap bulanya sekitar Rp300-Rp700 Ribu.

"Tidak semua bisa ditunaikan dengan dana BOS, kalau sekolahnya besar dan muridnya banyak ok lah bisa, kalau sekolahnya kecil tentunya honor yang didapakan guru juga kecil," terangnya.

Diakuinya, ‎untuk sementara pemerintah belum bisa menganggarkan untuk mengangkat guru honor komite menjadi honor daerah, pasalanya saat ini jumlah honor daerah di Rohul sudah mencapai sekitar 750 orang.

Terkait persoalan kesejahteraan guru honor komite ini lah yang sangat sulit dipecahkan, dan harus bersama bersinergi dengan masyarakat, pelaku usaha dan perusahaan.

Ibnu menjelaskan, jika masyarakat sekitar memang prihatin dengan kesejahteraan guru honor, tentunya bisa ikut meningkatkan kesejahteraan guru tersebut secara bersama-sama, namun itu bukan kutipan namun ke keikhlasan dalam rangka memperbaiki kesejahteraan para guru honor.

"Memang peran masyarakat sangat dibutuhkan, terlebih pelaku usaha dan perusahaan disekitar, tentunya dengan membantu kesejahteraan guru honor akan menyemangati para pahlawan tanpa tanda jasa ini untuk memberikan ilmu kepada anak-anak kita," ucapnya.

Ibnu Ulya juga mengakui untuk pengangkatan guru Pegawai negeri sipil (PNS) juga belum ada, padahal setiap tahunya ada 30 sampai 40 guru yang pensiun. Seharusnya ini diimbangi dengan jumlah guru yang masuk.

"Ya kita berharap para guru hono komite dan daerah untuk tetap bersemangat dalam mencerdaskan anak-anak Rohul, demi tercapainya SDM yang berkualitas.(Yus)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler