Belakangan ini diketahui, penyebab air menghitam diduga kuat karena bocornya Crude Palm Oil (CPO) yang berasal dari PKS Sei Intan yang beroperasi tak jauh dari sungai.
Menurut sumber terpercaya kepada wartawan, Senin (20/11) menyampaikan, bocornya minyak mentah atau CPO dari PKS berplat merah itu terjadi, Kamis (16/10) kemarin. Mereka yang mengetahui hal itu langsung menuju ke lokasi dan sempat mengambil sample air yang terkontaminasi CPO.
"Saya tidak tau apakah ada indikasi kesengajaan atau kelalaian. Yang jelas kejadian itu berdampak kepada pencemaran lingkungan dan menyebabkan kerugian negara, soalnya perusahaan ini milik negara," jelasnya dan kalau anak sungai yang tercermar akan bermuara ke Sungai Rokan.
Kemudian, agar kejadian itu tidak terendus oleh pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rokan Hulu, pihak perusahaan langsung menormalisasi sungai.
"Pada saat kejadian terlihat puluhan karyawan juga mengambil CPO yang berserakan di sungai dengan peralatan seadanya," ujarnya.
Hal itu diperkuat dengan pernyataan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Hen Irfan melalui Kabid Pengawasan Asdinoper mengakui, tidak mengetahui kejadian itu. Meski demikian, pihaknya akan menindaklanjuti dengan mendatangi pihak perusahaan.
"Sejauh ini belum ada laporan ya. Tapi kami akan coba tindak lanjuti, karena ini menyangkut dampak lingkungan," kata Asdinofer dikonfirmasi lewat telepon selulernya.
Terpisah Masinis Kepala (Maskep) PKS PTPN V Sei Intan, Tengku Hajar mengatakan kalau dirinya tidak mengetahui adanya kebocoran di saluran pengolahan CPO itu. Menurutnya, sejauh ini belum mendapatkan informasi dari karyawan di Pabrik.
"Sejauh ini tidak ada kebocoran. Kalau ada informasi itu, mungkin hanya disebarkan oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Hajar saat dihubungi melalui selulernya, Senin (20/11).(yus)