Kanal

Sebagian Wilayah Riau Diperkirakan Diguyur Hujan, Dua Titik Panas Terpantau di Kampar dan Rohil

RIAUIN.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprediksi bahwa hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi mengguyur sebagian besar daerah di Provinsi Riau pada Selasa, 9 September 2025.

Meskipun pagi hari diawali dengan kondisi cuaca cerah berawan, hujan tetap berpeluang turun di sejumlah wilayah.

Pada pagi hari, hujan diperkirakan akan terjadi di wilayah Siak, Bengkalis, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, serta Kota Dumai. Saat memasuki siang hingga sore hari, hujan berpotensi meluas ke Pelalawan, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, dan Kampar.

Untuk malam hingga dini hari, kondisi cuaca diprakirakan lebih tenang dengan langit cerah berawan hingga berkabut.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang. Kondisi ini berisiko terjadi di wilayah Siak, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, dan Dumai pada pagi hingga sore hari.

“Masyarakat di wilayah pesisir timur Riau diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Perjalanan laut dan aktivitas darat sebaiknya disesuaikan dengan perkembangan informasi cuaca terbaru,” ungkap Gita Dewi S, prakirawan dari BMKG Pekanbaru.

Suhu udara di Riau diperkirakan berada pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara antara 58 sampai 100 persen. Arah angin bertiup dari tenggara menuju barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

Untuk kondisi maritim, tinggi gelombang di wilayah perairan Riau umumnya rendah, antara 0,5 hingga 1,25 meter. Namun, gelombang sedang hingga 1,3 meter diperkirakan dapat terjadi di wilayah perairan Rokan Hilir.

Berdasarkan pantauan satelit hingga pukul 23.00 WIB, terdeteksi 40 titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera. Dua di antaranya berada di Provinsi Riau, tepatnya di Rokan Hilir dan Kampar. Sumatera Utara mencatat jumlah titik panas terbanyak, yakni sebanyak 21 titik.

“Walaupun jumlah hotspot di Riau masih rendah, potensi kebakaran lahan tetap harus diantisipasi,” tambah Gita. (Nab)

 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler