Kanal

Riau Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, BMKG Pantau 27 Titik Panas

RIAUIN.COM – Cuaca di Provinsi Riau pada Kamis, 28 Agustus 2025, diprediksi didominasi langit berawan dengan peluang hujan yang terjadi dari pagi hingga malam hari di sejumlah daerah, demikian disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pada pagi hari, radar cuaca menunjukkan hujan ringan hingga sedang mengguyur wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir, Kota Dumai, dan sebagian Kota Pekanbaru.

Menjelang siang, cuaca cenderung cerah berawan. Namun, memasuki sore hingga malam, hujan diperkirakan kembali turun di beberapa wilayah seperti Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Dumai, dan Pekanbaru. Kondisi dini hari diperkirakan berawan dengan kemungkinan udara kabur.

"Perlu diwaspadai hujan sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang, terutama pada pagi dan sore hingga malam hari di wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Kampar, serta Kota Pekanbaru," ujar Sanya Gautami, prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru.

Suhu udara di Riau diperkirakan berada antara 23 hingga 35 derajat Celcius dengan kelembapan udara berkisar antara 50 sampai 100 persen. Arah angin bertiup dari tenggara ke barat laut dengan kecepatan antara 10 hingga 30 km/jam.

Sementara itu, kondisi laut di wilayah perairan Riau relatif tenang, dengan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.

Selain prakiraan cuaca, BMKG juga mencatat keberadaan 803 titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera berdasarkan pantauan satelit pada Rabu malam, 27 Agustus 2025, pukul 23.00 WIB. Riau sendiri menyumbang 27 titik panas.

"Sebaran hotspot di Riau meliputi Bengkalis 2 titik, Kampar 10 titik, Dumai 3 titik, Kuantan Singingi 5 titik, Pelalawan 1 titik, Rokan Hilir 1 titik, dan Indragiri Hulu 5 titik," jelasnya.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap siaga terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi, serta mewaspadai risiko kebakaran hutan dan lahan akibat sebaran titik panas yang cukup tinggi di berbagai wilayah Sumatera. (Nab)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler