Kanal

Antrian Panjang di Pompa Bensin Kota Pasir Pengaraian Tak Kunjung Berakhir‎

PASIR PENGARAIAN, Riauin.com - Masyarakat Pasir Pengaraian banyak kecewa,karna sulitnya mendapatkan BBM jenis Premium di SPBU Kota  Pasir Pengaraian setiap datang hanya bertahan sebentar saja.

Sebagaimana disampaikan salsh seorang warga Ridwan  jumat (17/11) mengatakan suasana sepanjang hari di satu-satunya SPBU yang berada di kota Pasir Pengaraian Desa Pematang Berangan kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu  harus rela mengantri berjam-jam hanya untuk mendapatkan  bensin 3 liter untuk sepeda motor dan becak.

Dimana Suasana pemandangan antrian di depan SPBU  ini adalah hal yang lumrah  dan sudah berlangsung lama kata Ridwan (53) kepada wartawan.

Di saat masyarakat di kota lain dapat menikmati kebutuhan akan premium dengan mudah.namun  Untuk di kota Pasir pengaraian memang cuma ada satu SPBU  saja, dan itu pun setiap datang Premium  Pukul 07.00.wib malam menunggu pasokan dari Pertamina sampai pukul 22.00. pun kandas.

Kelangkaan akan bensin di kota Pasir pengaraian terjadi karena banyaknya warga yang membeli bensin dengan partai besar untuk dijual. Untuk  eceran yang  di kios-kios dengan  harga standar mencapai Rp. 10.000,- dan kadang bisa mencapai Rp.12.000 per liter.

Kelangkaan akan bahan bakar premium ini bisa saja dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk meraup keuntungan, mereka menyebutnya dengan istilah tukang lansir.

Mereka bisa mengambil premium dari SPBU  seharga Rp.6.450,- dan dapat dijual cepat seharga Rp.9.000,- dengan keuntungan  Rp.2.500,- per liter ,"untuk menolak ke kios kios. Bayangkan berapa keuntungan mereka. Sebenarnya hal ini sudah dilarang oleh pihak Pemda setempat maupun kepolisian, tetapi tidak tahu kenapa kegiatan para tengkulak premium tersebut masih berlangsung.

Menurut Ridwan Sebagai masyarakat yang tinggal di Kota Pasir Pengaraian memang prihatin dengan kelangkaan premium ini dan tak kunjung berakhir dan harus mengeluarkan uang Rp. 10.000 untuk membeli bensin tiap liternya.

,"Kita tidak bisa menyalahkan siapapun mengenai penyebab kelangkaan premium ini seperti misalnya tukang lansir atau yang lain,"ujarnya.

Sepertinya upaya apapun telah dilakukan oleh pihak Pemda setempat ataupun Kepolisian untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar premium.Yang pasti, pasokan premium dari pertamina untuk di kota Pasir pengaraian masih jauh dari cukup.

," Kita kembalikan ke hukum ekonomi aja, apabila permintaan sesuai dengan pasokan maka akan stabil. Jika kita memohon pada pihak pertamina untuk memperhatikan tentang kelangkaan dan menambah pasokan premium untuk menghidari  kelangkaan yang berkepanjangan di kota Pasir Pengaraian kata Ridwan ketika di temui saat antrian .

Ridwan meminta kepada Dinas Perindustrian dan perdagangan  Rohul agar turun ke SPBU setiap datangnya bensin dari Pertamina dan disana  akan terlihat siapa yang bermain dengan BBM tersebut,karena ada dugaan dalam satu orang ada yang mengisi bensin pakai Mobil sampai tiga kali,sehingga minyak tersebut hanya bertahan sampai pukul 11,00 wib malam dan paginya sudah tidak ada lagi Bensin di SPBU.(yus)

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler