Kanal

Pembangunan RS Otak dan Jantung Riau Terus Dikebut, Target Beroperasi Akhir 2026

RIAUIN.COM – Proyek pembangunan Rumah Sakit Pusat (RSP) Otak dan Jantung Riau menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Rumah sakit yang digadang menjadi pusat layanan spesialis otak dan jantung terbesar di Sumatera ini telah menuntaskan lebih dari 10 persen dari total pembangunan fisik. Ditargetkan, rumah sakit ini mulai menerima pasien pada penghujung 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, drg. Sri Sadono Mulyanto (akrab disapa dr. Ibeng), mengungkapkan bahwa proses pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan dan jadwal yang telah disepakati.

“Progres fisik saat ini sudah mencapai lebih dari 10 persen. Rumah sakit ini merupakan fasilitas kesehatan tipe A dengan delapan lantai. Pada tahap pertama nanti akan tersedia 350 tempat tidur,” jelas dr. Ibeng pada Jumat (8/8/2025).

Pembangunan RSP ini didanai sepenuhnya dari APBN dengan total anggaran mencapai Rp1,6 triliun. Karena skala proyek yang besar, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap atau multiyears. Untuk tahun pertama, anggaran sekitar Rp250 miliar telah dialokasikan guna penyusunan desain teknis (DED) dan tahap awal konstruksi. Lahan pembangunan sendiri merupakan hibah dari Pemprov Riau.

“Pada tahun depan, akan dialokasikan lagi dana lanjutan untuk penyelesaian pembangunan fisik. Proyek sebesar ini tentu tidak bisa dituntaskan hanya dalam satu tahun anggaran,” sambungnya.

RSP Otak dan Jantung Riau nantinya akan menjadi rumah sakit rujukan regional di bawah pengelolaan langsung Kementerian Kesehatan RI. Dengan fasilitas modern setara rumah sakit bertaraf internasional, kehadiran rumah sakit ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan layanan spesialis, khususnya bagi masyarakat Riau dan provinsi tetangga.

“Masyarakat Riau tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke luar negeri seperti ke Malaysia atau Singapura. Semua layanan spesialis otak dan jantung bisa dilakukan di sini,” ucap dr. Ibeng.

Tak hanya dari sisi layanan medis, pembangunan rumah sakit ini juga diperkirakan akan membawa dampak ekonomi positif, seperti terciptanya lapangan kerja baru serta peluang usaha di berbagai sektor, mulai dari perhotelan, jasa makanan, transportasi hingga jasa penunjang lainnya.

“Efek domino dari proyek ini akan sangat besar. Selain menyerap tenaga kerja, juga bisa mendorong munculnya kawasan penunjang dan bahkan mengembangkan potensi wisata kesehatan (medical tourism) di Riau,” tambahnya.

Dengan capaian progres yang terus bergerak, Pemerintah Provinsi Riau optimis proyek RSP Otak dan Jantung akan selesai sesuai jadwal dan menjadi salah satu fasilitas kesehatan unggulan di wilayah barat Indonesia. (*)

 

Ikuti Terus Riauin

Berita Terkait

Berita Terpopuler